Senin, 13 Juli 2020

Potret Kegiatan Belajar IPA #dirumahaja Kelas 7

Rindu untuk berangkat ke sekolah lagi,
Rindu untuk memakai seragam sekolah lagi,
Rindu untuk duduk di bangku sekolah lagi,
Rindu untuk bertemu dengan Bapak/Ibu Guru di sekolah lagi,
Rindu untuk berjumpa dengan teman sekolah lagi,
Rindu untuk belajar di sekolah lagi,

Yaa,, rasa itu tentu kakak-kakak rasakan saat ini.
Tapi bagimanapun jangan pernah berhenti belajar,
Ingat pesan Ki Hajar Dewantara
"Setiap tempat adalah sekolah, dan setiap orang adalah guru".

Yuk lihat bagaimana potret mereka semua dalam belajar IPA saat di rumah!

Proudly present Kegiatan Belajar IPA #dirumahaja oleh kakak-kakak kelas 7 SMP-IT Ar Rahmah Pacitan
KELAS 7A
KELAS 7B
KELAS 7C

KELAS 7D
     
Pada hakikatnya, jadikan setiap rumah sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru (Ki Hajar Dewantara) 
~Tetap Semangat Belajar IPA #dirumahaja ~


Sabtu, 04 Juli 2020

CAKUPAN MATERI IPA KELAS 7 SEMESTER 1



BAB. 1  OBJEK IPA DAN PENGAMATANNYA
Kompetensi Dasar :
Pengetahuan
3.1 Menerapkan konsep pengukuran berbagai besaran dengan menggunakan satuan standar (baku).
Keterampilan
4.1 Menyajikan data hasil pengukuran dengan alat ukur yang sesuai pada diri sendiri, makhluk hidup lain, dan benda-benda di sekitar dengan menggunakan satuan tak baku dan satuan baku.

Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat :
1. Menyebutkan objek yang dipelajari dalam IPA dengan benar.
2. Menjelaskan 3 komponen keterampilan proses penyelidikan ilmiah IPA meliputi: pengamatan, inferensi, dan komunikasi dengan benar.
3. Membedakan besaran, satuan dan pengukuran dengan benar.
4. Menyebutkan 7 besaran pokok beserta satuannya dengan benar.
5. Menyebutkan contoh besaran turunan beserta satuannya dengan benar.
6. Membedakan satuan baku dan tidak baku dengan benar.
7. Menyebutkan alat ukur besaran pokok dan besaran turunan dengan benar.
8. Melakukan konversi satuan  internasional dari besaran pokok panjang, massa, dan waktu dengan benar.
9. Melakukan konversi satuan internasional dari besaran turunan kecepatan dengan benar.
10. Menentukan hasil pengukuran panjang menggunakan jangka sorong dengan benar.
11. Menentukan hasil pengukuran panjang menggunakan mikrometer sekrup dengan benar.
12. Menentukan hasil pengukuran massa menggunakan neraca dengan benar.
13. Menentukan hasil pengukuran waktu menggunakan stopwatch dengan benar.
14. Menentukan hasil pengukuran volume benda tidak teratur dengan benar.

Materi Esensial :
Pekan 1 : Besaran, Satuan dan Pengukuran
Pekan 2 : Konversi Satuan
Pekan 3 : Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup
Pekan 4 : Neraca Ohauss, Stopwatch, dan Pengukuran Volume Benda Tidak Teratur
BAB. 2  KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
Kompetensi Dasar :
Pengetahuan
3.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati.
Keterampilan
4.2 Menyajikan hasil pengklasifikasian makhluk hidup dan benda di lingkungan sekitar berdasarkan karakteristik yang diamati.

Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat :
1. Membedakan makhluk hidup dan benda mati dengan benar
2. Menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup dengan benar.
3. Menjelaskan tujuan dari klasifikasi makhluk hidup dengan benar.
4. Menuliskan nama spesies berdasarkan sistem binomial nomenklatur dengan benar.
5. Menjelaskan perbedaan kingdom Monera dan Protista dengan benar.
6. Menjelaskan ciri-ciri kingdom Fungi dengan benar.
7. Menjelaskan perbedaan antara tumbuhan lumut dan paku dengan benar.
8. Mengklasifikasikan tumbuhan berbiji terbuka dan berbiji tertutup dengan benar.
9. Mengklasifikasikan tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil dengan benar. 
10. Menjelaskan ciri-ciri hewan avertebrata dan vertebrata dengan benar.
11. Menyebutkan contoh hewan avertebrata dan vertebrata dengan benar.
12. Menggunakan kunci determinasi sederhana dengan benar.

Materi Esensial :
Pekan 5 : Ciri-Ciri Makhluk Hidup dan Klasifikasi Makhluk Hidup
Pekan 6 : Sistem Klasifikasi 5 Kingdom 
Pekan 7 : Kunci Determinasi
BAB. 3  KLASIFIKASI MATERI DAN PERUBAHANNYA
Kompetensi Dasar :
Pengetahuan
3.3 Memahami konsep campuran dan zat tunggal (unsur dan senyawa), sifat fisika dan kimia, perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari.
Keterampilan
4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau karya tentang sifat larutan, perubahan fisika dan perubahan kimia atau pemisahan campuran.

Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat :
1. Membedakan karakteristik zat padat, cair, dan gas dengan benar.
2. Mengklasifikasikan zat padat, cair, dan gas dengan benar.
3. Membedakan ciri-ciri perubahan fisika dan perubahan kimia suatu zat dengan benar. 
4. Mengidentifikasi contoh-contoh perubahan fisika dan perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
5. Menghitung massa jenis suatu zat dengan benar.
6. Menerapkan konsep nama dan lambang unsur pada kehidupan sehari-hari dengan benar
7. Menentukan unsur-unsur penyusun suatu senyawa.
8. Membedakan campuran homogen dan heterogen dengan benar.
9. Mengidentifikasi larutan asam dan basa berdasarkan ciri-cirinya dengan benar.
10. Mengklasifikasikan contoh larutan atau makanan yang bersifat asam dan basa dengan benar.
11. Menjelaskan prinsip kerja berbagai metode pemisahan campuran dengan benar.

Materi Esensial :
Pekan 8   : Wujud Zat dan Perubahan Zat
Pekan 9   : Massa Jenis Zat 
Pekan 10 : Unsur dan Senyawa
Pekan 11 : Campuran Homogen dan Heterogen serta Pemisahan Campuran
BAB. 4  SUHU DAN PERUBAHANNYA
Kompetensi Dasar :
Pengetahuan
3.4 Memahami konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia dan hewan.
Keterampilan
4.4 Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud benda serta perpindahan kalor.

Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat :
1. Menjelaskan pengertian suhu dengan benar.
2. Menerapkan perhitungan konversi suhu dengan benar.
3. Menjelaskan pemuaian zat padat, cair, dan gas dengan benar.
4. Melakukan perhitungan pemuaian zat padat, zat cair, dan gas dengan benar.
5. Menjelaskan pengertian kalor dengan benar.
6. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kalor dengan benar.
7. Melakukan perhitungan jumlah kalor pada kenaikan suhu zat dengan benar.
8. Mendeskripsikan hubungan kalor dengan perubahan wujud dengan benar.
9. Menganalisis kalor yang berperan dalam proses perubahan wujud zat dengan benar.
10. Menganalisis konsep Asas Black dalam pencampuran dua zat dengan benar.
11. Menjelaskan perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi dengan benar.
12.Menjelaskan contoh peristiwa penerapan perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.

Materi Esensial :
Pekan 12   : Suhu dan Konversi Suhu
Pekan 13   : Pemuaian
Pekan 14   : Kalor
Pekan 15   : Hubungan Kalor dan Perubahan Wujud Zat
Pekan 16   : Asas Black
Pekan 17   : Perpindahan Kalor


BAB. 5  ENERGI DALAM SISTEM KEHIDUPAN
Kompetensi Dasar :
Pengetahuan
3.5 Memahami konsep energi, berbagai sumber energi, dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari termasuk fotosintesis.
Keterampilan
4.5 Menyajikan hasil percobaan tentang perubahan bentuk energi termasuk fotosintesis.

Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat :
1. Menjelaskan pengertian energi  dengan benar.
2. Menjelaskan sumber-sumber energi dengan benar.
3. Menjelaskan perubahan energi yang terjadi di alam dan sekitar rumah dengan benar.
4. Menjelaskan hubungan antara energi potensial, energi kinetik dan energi mekanik dengan benar.
5. Menerapkan rumus perhitungan energi potensial, energi kinetik dan energi mekanik dengan benar.
6. Menjelaskan perubahan bentuk energi pada proses fotosintesis dengan benar.
7. Menjelaskan perubahan bentuk energi pada proses respirasi dengan benar.

Materi Esensial :
Pekan 18   : Energi dan Perubahan Bentuk Energi
Pekan 19   : Energi Potensial, Energi Kinetik dan Energi Mekanik
Pekan 20   : Fotosintesis dan Respirasi



~ Tetap Semangat Belajar IPA #dirumahaja ~

Jumat, 03 Juli 2020

Bab. 1 Objek IPA dan Pengamatannya (Materi 1 : Besaran, Satuan dan Pengukuran)

Kompetensi Dasar :
Pengetahuan
3.1 Menerapkan konsep pengukuran berbagai besaran dengan menggunakan satuan standar (baku).
Keterampilan
4.1 Menyajikan data hasil pengukuran dengan alat ukur yang sesuai pada diri sendiri, makhluk hidup lain, dan benda-benda di sekitar dengan menggunakan satuan tak baku dan satuan baku.


Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat :
1. Membedakan besaran, satuan dan pengukuran dengan benar.
2. Menyebutkan 7 besaran pokok beserta satuannya dengan benar.
3. Menyebutkan contoh besaran turunan beserta satuannya dengan benar.
4. Membedakan satuan baku dan tidak baku dengan benar.
5. Menyebutkan alat ukur besaran pokok dan besaran turunan dengan benar. 

Assalamualaikum Wr. Wb
Anak-anak, sebelum kita belajar IPA hari ini, jangan lupa untuk berdoa terlebih dahulu. Dengan doa dan upaya kalian yang sungguh-sungguh, Pak Arief yakin kalian akan mampu menguasai materi hari ini. Berikut Peta Konsep materi yang akan kita pelajari. 
PETA KONSEP
APERSEPSI
Sebelum melanjutkan membaca ringkasan materi, silakan disimak dulu video berikut ini untuk memberikan gambaran mengenai materi yang akan kita pelajari.


RINGKASAN MATERI
A. Besaran, Satuan dan Pengukuran
Kita sering mengidentifikasi suatu benda menggunakan kata panjang, pendek, tinggi, rendah, hingga berat dan ringan. Tapi ketika kita ingin membandingkan benda-benda tertentu, kita memerlukan alat ukur untuk mengetahui seberapa tinggi atau seberapa berat suatu benda. Sekarang, kita memiliki alat seperti meteran dan timbangan untuk mengukur besaran dan satuan.

Sebelum kedua alat tersebut ditemukan, biasanya kita menggunakan jengkal, hasta, maupun langkah untuk mengetahui panjang suatu benda. Kita menggolongkan meter atau kilogram sebagai satuan baku, sementara jengkal dan hasta sebagai satuan tak baku.

Tapi, apa sih sebenarnya besaran dan satuan itu? Apa fungsinya dalam kehidupan sehari-hari ? Nah, pada materi kali ini kita akan membahasnya bersama-sama.
  • Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka.
  • Satuan adalah pembanding nilai besaran. 
  • Pengukuran adalah kegiatan membandingkan Besaran dengan Satuan pada suatu objek dengan bantuan alat ukur.
Silakan disimak contoh kasus berikut !
  • Saat kalian pergi ke warung untuk membeli beras sebanyak 5 kg, pasti kalian melihat si penjual melakukan pengukuran dengan menggunakan timbangan sampai beras yang ditimbang mencapai 5 kg.
  • Ketika orang tua kalian akan membuat meja makan, pasti membutuhkan hasil ukuran yang diinginkan dengan menggunakan bantuan alat ukur. Setelah melakukan pengukuran tenyata hasil yang diinginkan memiliki panjang 2 meter.
Dari kedua contoh tersebut, semuanya telah menunjukkan adanya aktivitas pengukuran, yakni mengukur banyaknya beras sebanyak 5 kg dan mengukur meja makan yang akan dibuat dengan ukuran panjang 2 meter. Angka 5 menunjukkan nilai besaran massa dan kg (kilogram) menunjukkan satuan dari besaran massa. Sedangkan angka 2 pada contoh kedua menunjukkan nilai dari besaran panjang dan meter menunjukkan satuan dari besaran panjang.
Contoh lain :
1. Dio mengukur panjang pena menggunakan mistar, didapatkan panjang pena 20,5 cm.
  • Kegiatan : pengukuran
  • Alat ukur : mistar
  • Hasil Pengukuran : panjang pena 20,5 cm
  • Besaran : panjang
  • Nilai : 20,5
  • Satuan : cm
2. Ibu membeli gula pasir di warung bu Hety sebanyak 5 kg.
  • Besaran : massa
  • Nilai : 5
  • Satuan : kg
3. Bibi membeli minyak goreng sebanyak 2 liter.
  • Besaran : volume
  • Nilai : 2
  • Satuan : liter
Dalam fisika, besaran dibagi menjadi besaran pokok dan besaran turunan.

B. Besaran Pokok
  • Besaran pokok merupakan besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu. 
  • Tujuh besaran pokok yang diketahui adalah massa, panjang, waktu, jumlah molekul zat, kuat arus, intensitas cahaya, dan suhu (bisa disingkat: J I W A S M P : Jumlah molekul zat, Intensitas cahaya, Waktu, Arus, Suhu, Massa, Panjang). 
  • Besaran dan satuannya bisa kita baca pada tabel di bawah ini.

C. Besaran Turunan
  • Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok.
  • Beberapa contohnya yang sering kita gunakan adalah kecepatan. Kecepatan kita dapatkan dari dua besaran pokok, yaitu panjang dan waktu. 
  • Sebagai kombinasi atau turunan dari besaran pokok, tentu ada banyak besaran turunan yang kita dapatkan. Beberapa contohnya dapat kita lihat pada tabel di bawah ini.
Catatan Penting!! Dalam fisika, Massa tidak sama dengan Berat. 

D. Satuan

  • Satuan adalah sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. 
  • Setiap besaran mempunyai satuan masing-masing, tidak mungkin dalam 2 besaran yang berbeda mempunyai satuan yang sama. Apabila ada dua besaran berbeda kemudian mempunyai satuan sama maka besaran itu pada hakikatnya adalah sama.
  • Sebagai contoh Gaya mempunyai satuan Newton dan Berat mempunyai satuan Newton. Besaran ini kelihatannya berbeda tetapi sesungguhnya besaran ini sama yaitu besaran Gaya.
  • Contoh lain Usaha mempunyai satuan Joule dan Energi mempunyai satuan Joule. Besaran ini kelihatannya berbeda tetapi sesungguhnya besaran ini sama yaitu besaran Usaha.

Apa sajakah jenis-jenis Satuan itu?
Setiap negara mempunyai satuan yang berbeda-beda loh untuk menunjukkan besaran yang sama. Misalnya saja besaran panjang di kebanyakan negara termasuk Indonesia menggunakan satuan milimeter, sentimeter, meter, kilometer, dan sebagainya. Sedangkan di Inggris dan Amerika menggunakan satuan feet, yard, mil, dan sebagainya. Sejenak mengulas jaman dahulu kala ya, dulu di khususnya di pulau Jawa menyatakan besaran panjang dengan satuan jengkal, kilan, pecak, depa, tombak, dan masih banyak lagi. Berdasarkan ulasan tersebut maka muncullah istilah satuan baku dan satuan tidak baku.

  • Satuan Baku
    Satuan baku adalah satuan yang nilainya selalu tetap dan pasti.
         Terdiri dari : 
          1. Satuan Internasional (SI)
              Syarat : 
                 a. Bersifat Universal
                 b. Tidak berubah-ubah
                 c. Mudah ditiru
              Contoh : meter, kg, sekon, kelvin, Ampere
           2. Satuan Non SI 
               Contoh : cm, inchi, mil, gram, ons, menit, jam, celcius
  • Satuan Tidak Baku
    Satuan tidak baku adalah satuan yang nilai berbeda jika digunakan oleh orang yang berbeda.
    Contoh: depa, jengkal, hasta, kaki, lengan, dan langkah.
E. Alat Ukur
  • Alat Ukur adalah sesuatu yang digunakan untuk mengukur suatu besaran.
  • Berbagai macam alat ukur memiliki tingkat ketelitian tertentu. Hal ini bergantung pada skala terkecil alat ukur tersebut. Semakin kecil skala yang tertera pada alat ukur maka semakin tinggi ketelitian alat ukur tersebut. 
  • Beberapa contoh alat ukur sesuai dengan besarannya, yaitu:
1. Alat Ukur Besaran Pokok
a. Alat Ukur Panjang
    1) Mistar (Penggaris)

  • Mistar adalah alat ukur panjang dengan ketelitian sampai 0,1 cm atau 1 mm. 
  • Pada pembacaan skala, kedudukan mata pengamat harus tegak lurus dengan skala mistar yang dibaca.    
     2) Jangka Sorong  
  • Jangka sorong merupakan alat yang digunakan untuk untuk mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman benda. Contoh : diameter bola kecil, diameter uang logam, diameter bagian dalam tabung, kedalaman botol dll.
  • Skala terkecil atau tingkat ketelitian pengukurannya sampai dengan 0,01 cm atau 0,1 mm.
  • Jangka sorong memiliki dua skala pembacaan, yaitu: Skala Utama (skala terdapat pada rahang tetap jangka sorong) dan Skala Nonius (skala yang terdapat pada rahang sorong/geser yang dapat bergeser/digerakkan).
    3) Mikrometer Sekrup
  • Mikrometer sekrup merupakan alat yang digunakan untuk mengukur ketebalan benda yang tipis dan diameter benda kecil. Contoh : ketebalan uang logam, kertas, plat tipis, diameter kabel dll.
  • Skala terkecil atau tingkat ketelitian pengukurannya sampai dengan 0,001 cm atau 0,01 mm (10 kali lebih teliti daripada jangka sorong).
  • Mikrometer sekrup memiliki dua skala pembacaan, yaitu: Skala Utama (skala terdapat pada selubung mikrometer sekrup) dan Skala Nonius (skala yang terdapat pada selubung luar yang dapat digerakkan).
b. Alat Ukur Massa
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda adalah neraca/timbangan. Berdasarkan cara kerjanya dan ketelitiannya neraca dibedakan menjadi tiga, yaitu:
  1) Neraca digital, memiliki tingkat ketelitian hingga 0,001 g, bekerja dengan sistem elektronik.

  2). Neraca Ohauss, memiliki tingkat ketelitian hingga 0,01 g.


3. Neraca sama lengan, memiliki tingkat ketelitian mencapai 1 mg atau 0,001 g.


c. Alat Ukur Waktu

Alat yang digunakan untuk mengukur waktu, antara lain jam matahari, jam dinding, arloji (dengan ketelitian 1 sekon), dan stopwatch (dengan ketelitian 0,1 sekon).


2. Alat Ukur Besaran Turunan
Beberapa alat ukur besaran turunan :

REFERENSI
  • Video referensi :
  • Beberapa video referensi terkait materi bisa dilihat dengan cara klik pada gambar. 
PENUGASAN MANDIRI

1.Silakan dibuka TTS online materi Besaran, Satuan dan Pengukuran ini dengan cara KLIK DI SINI.
2. Boleh buka sumber apapun tapi harus dikerjakan secara mandiri.
3. Petunjuk pengisian TTS Online :
  • Klik nomor pada kolom TTS, kemudian akan muncul pertanyaannya di bagian atas TTS.
  • Isi tiap kolom dengan mengetik huruf-huruf yang merupakan jawaban dari pertanyaan tersebut.
  • Selesai mengerjakan TTS, hasil jawaban discreenshot per bagian/video layar sebagai hasil tugas.
  • Tugas dikumpulkan melalui upload google drive maksimal 1 hari setelah pemberian tugas. (Link google drive akan disampaikan di grup WA).
~ Tetap Semangat Belajar IPA #dirumahaja ~

Kamis, 02 Juli 2020

Bab. 1 Objek IPA dan Pengamatannya (Pengantar Materi : Objek IPA dan Penyelidikan IPA)

Kompetensi Dasar :
Pengetahuan
3.1 Menerapkan konsep pengukuran berbagai besaran dengan menggunakan satuan standar (baku).

Keterampilan
4.1 Menyajikan data hasil pengukuran dengan alat ukur yang sesuai pada diri sendiri, makhluk hidup lain, dan benda-benda di sekitar dengan menggunakan satuan tak baku dan satuan baku.

Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat : 
1. Menyebutkan objek yang dipelajari dalam IPA dengan benar.
2. Menjelaskan 3 komponen keterampilan proses penyelidikan ilmiah IPA meliputi: pengamatan, inferensi, dan komunikasi dengan benar.


Assalamualaikum Wr. Wb
Anak-anak, sebelum kita belajar IPA hari ini, jangan lupa untuk berdoa terlebih dahulu. Dengan doa dan upaya kalian yang sungguh-sungguh, Pak Arief yakin kalian akan mampu menguasai materi hari ini. Berikut Peta Konsep materi yang akan kita pelajari.

PETA KONSEP
RINGKASAN MATERI
A. Objek IPA
Pada bab yang pertama ini, kita akan membahas tentang apa aja sih ruang lingkup IPA itu? Dan untuk mempelajarinya kita harus ngapain aja? oke kita simak aja ya.

Sebelum kita masuk ke dalam materi inti, kita harus tahu terlebih dahulu apa saja yang menjadi ruang lingkup IPA.

Seperti yang sudah kalian ketahui, IPA itu kan singkatan dari "Ilmu Pengetahuan Alam", iya kan. Nah berarti ruang lingkup yang nanti bakal kita bahas ya nggak bakal jauh dari yang namanya ALAM.

Sekarang yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah "apa aja sih yang dipelajari dalam IPA?"

Objek yang dipelajari dalam IPA adalah seluruh benda di alam dengan segala interaksinya untuk dipelajari pola- pola keteraturannya.
Objek IPA dapat berupa benda berukuran sangat kecil (mikroskopis), misalnya bakteri, virus, dan atom atau benda yang berukuran sangat besar seperti lautan, bumi, dan tata surya.

Sekarang coba deh kalian bayangin, objek IPA kan buanyak ya, hewan aja banyak jenisnya, tumbuhan juga sama. Secara garis besarnya, objek di alam itu dikategorikan menjadi 2, yaitu objek Biotik
(benda hidup/makhluk hidup) dan objek Abiotik (benda tak hidup)
Objek pengamatan IPA terdiri dari Objek Biotik dan Objek Abiotik
Pada saat ini, penyelidikan tentang alam telah menghasilkan kumpulan pengetahuan yang demikian kompleks. Untuk memudahkan, pengetahuan-pengetahuan tersebut digolongkan sebagai berikut:

  • Fisika, mempelajari tentang aspek mendasar alam, misalnya materi, energi, gaya, gerak, panas, cahaya, dan berbagai gejala alam fisik lainnya.
  • Kimia, meliputi penyelidikan tentang penyusun dan perubahan zat.
  • Biologi, mempelajari tentang sistem kehidupan mulai dari ukuran kecil sampai dengan lingkungan yang sangat luas.
  • Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA), mempelajari asal mula bumi, perkembangan dan keadaan bumi saat ini, bintang-bintang, planet-planet, dan berbagai benda langit lainnya.

Terus, gimana dong caranya supaya kita bisa mengamati, menyelidiki, dan mengenali tentang objek-objek IPA tersebut?

B. Penyelidikan Ilmiah IPA
Para ilmuwan jaman dahulu sudah membuat dan menyepakati sebuah metode atau cara untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan erat dengan IPA atau penyelidikan ilmiah IPA.

Metode tersebut adalah Metode Ilmiah.
Metode Ilmiah merupakan cara-cara atau langkah-langkah yang digunakan oleh para ilmuwan untuk menyelesaikan suatu masalah keilmuan.
Di dalam metode ilmiah terdapat beberapa proses penyelidikan ilmiah yang harus dikuasai, yaitu:

1. Pengamatan

  • Merupakan proses menyelidiki suatu objek dengan menggunakan alat indera ataupun alat bantu. 
  • Misalnya mengamati seekor burung di atas dahan pohon dengan menggunakan indera penglihatan (mata) dan alat bantu (teropong).                                                     
2. Membuat inferensi
  • Membuat inferensi artinya adalah merumuskan penjelasan berdasarkan data dan informasi yang telah dikumpulkan pada saat pengamatan. dan dihubungkan dengan berbagai teori yang ada.
  • Kemudian berdasarkan penjelasan tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan.

3. Mengomunikasikan
  • Kesimpulan yang sudah diperoleh, selanjutnya kita sampaikan kepada orang lain (publik) secara jelas dan terperinci baik secara lisan maupun tulisan, sehingga orang lain dapat memahami dengan baik apa yang ingin kita sampaikan.
  • Data-data pendukung yang dapat dikomunikasikan, misalnya tabel, grafik, bagan atau gambar.                                                    
C. Langkah-Langkah Metode Ilmiah
Setelah kalian mengetahui apa aja proses yang harus kalian kuasai di dalam metode ilmiah. Sekarang saatnya kalian harus tahu urutan langkah-langkah metode ilmiah yang harus dilakukan. Berikut langkah-langkah metode ilmiah:
  • Merumuskan masalah
  • Mengumpulkan data
  • Membuat hipotesis atau dugaan sementara
  • Melakukan eksperimen atau percobaan
  • Menarik kesimpulan
  • Menguji kembali kesimpulan dengan percobaan ulang
Catatan penting nih : langkah-langkah metode ilmiah tersebut harus berurutan alias jangan ngacak.

D. Manfaat Belajar IPA
Kemampuan penyelidikan ilmiah IPA merupakan keterampilan sepanjang hayat yang dapat digunakan dalam mempelajari berbagai macam ilmu, termasuk dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun kegunaan belajar IPA dalam kehidupan sehari-hari antara lain: 
a) Memahami berbagai hal di sekitar kita
b) Berfikir logis dan sistematis
c) Meningkatkan kualitas hidup
d) Menyelesaikan masalah

Pada pembahasan selanjutnya ini kita akan fokuskan ke salah satu proses dari Metode Ilmiah yaitu Pengukuran. 
REFERENSI
  • Buku referensi : 
  • Semua siswa kelas 7 wajib mendownload buku paket dengan cara KLIK DI SINI.
  • Video referensi :
  • Beberapa video referensi terkait materi bisa dilihat dengan cara klik pada gambar. 



PENUGASAN MANDIRI
  • Buatlah foto aktivitas kalian di rumah/lingkungan sekitar rumah yang menggambarkan proses penyelidikan ilmiah meliputi pengamatan, membuat inferensi dan mengkomunikasikan (masing-masing 1 foto saja).
  • Berilah keterangan singkat dan identitas diri (Nama dan kelas) untuk masing-masing foto (foto boleh dihias sesuai kreativitas masing-masing).
  • Tugas dikumpulkan melalui upload google drive maksimal 2 hari setelah pemberian tugas (Link google drive akan disampaikan di grup WA)
~ Tetap Semangat Belajar IPA #dirumahaja ~


Bab 10. Cahaya dan Alat Optik (Materi 3 : Alat Optik)

Kompetensi Dasar : Pengetahuan 3.12 Menganalisis sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung, serta penerapannya...