Rabu, 24 Juni 2020

Kumpulan Soal Latihan Bab. 1 Objek IPA dan Pengamatannya

KUMPULAN SOAL LATIHAN BAB 1


Setelah mempelajari materi Bab 1 ini, sekarang ayo dicoba untuk mengerjakan latihan soalnya sebagai persiapan untuk Penilaian Harian.

Boleh dicoba berulang kali sampai bisa terjawab benar semua
~ Tetap Semangat Belajar IPA #dirumahaja ~

Selasa, 23 Juni 2020

Bab. 2 Klasifikasi Makhluk Hidup (Materi 1 : Ciri-Ciri Makhluk Hidup dan Klasifikasi Makhluk Hidup)

Kompetensi Dasar :
Pengetahuan
3.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati.
Keterampilan
4.2 Menyajikan hasil pengklasifikasian makhluk hidup dan benda di lingkungan sekitar berdasarkan karakteristik yang diamati.


Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat :
1. Membedakan makhluk hidup dan benda mati dengan benar
2. Menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup dengan benar.
3. Menjelaskan tujuan dari klasifikasi makhluk hidup dengan benar.
4. Menuliskan nama spesies berdasarkan sistem binomial nomenklatur dengan benar.


Assalamualaikum Wr. Wb
Anak-anak, sebelum kita belajar IPA hari ini, jangan lupa untuk berdoa terlebih dahulu. Dengan doa dan upaya kalian yang sungguh-sungguh, Pak Arief yakin kalian akan mampu menguasai materi hari ini. Berikut Peta Konsep materi yang akan kita pelajari. 
PETA KONSEP





APERSEPSI
Sebelum melanjutkan membaca ringkasan materi, silakan disimak dulu video berikut ini untuk memberikan gambaran mengenai materi yang akan kita pelajari.

RINGKASAN MATERI

A. Ciri-Ciri Makhluk Hidup
Makhluk hidup disebut juga organisme. Yakinkah kamu bahwa kamu makhluk hidup? Pasti! Pasti kamu yakin bahwa kamu adalah makhluk hidup. Ciri-ciri apakah yang kamu miliki sehingga kamu mengatakan bahwa kamu adalah makhluk hidup? Dengan menggunakan ciri-ciri yang kamu miliki, marilah kita pelajari ciri-ciri makhluk hidup satu demi satu.
1 . Bergerak
Bergerak adalah merupakan perubahan posisi, baik seluruh tubuh atau sebagian. Hal ini disebabkan oleh adanya tanggapan terhadap rangsang. 
  • Manusia dan hewan dapat bergerak atau berpindah tempat. Alat untuk bergerak pada setiap makhluk hidup juga berbeda-beda. 
  • Manusia dan hewan yang hidup di darat umumnya menggunakan kaki untuk berjalan atau berlari. Sedangkan hewan yang hidup di air umumnya menggunakan sirip untuk bergerak bebas di air. Hewan seperti burung menggunakan sayap mereka untuk bergerak di udara. Namun, ada juga hewan yang cara bergeraknya dengan melata, melompat, dan lain sebagainya.
  • Gerak yang dilakukan pada tumbuhan antara lain gerak menutupnya daun putri malu jika disentuh, gerak ujung batang dari bawah ke atas ke arah sinar matahari, dan gerak membukanya biji lamtoro disebabkan perubahan kadar air.
2 . Peka Terhadap Rangsang (iritabilitas)
  • Tumbuhan, hewan dan manusia mempunyai kepekaan terhadap rangsang (iritabilitas). Reaksi ini timbul ketika muncul rangsangan dari lingkungan. 
  • Rangsangan ini dapat berupa cahaya, panas, dingin, bau dari gas, sentuhan, gravitasi, rasa, dan lain-lain. 
  • Manusia dan hewan memiliki indra untuk mengenali adanya rangsangan. Misalnya, mata untuk menangkap rangsangan cahaya, telinga untuk menangkap rangsangan suara, hidung untuk menangkap rangsangan bau, kulit untuk menangkap rangsangan berupa sentuhan atau tekanan, dan lidah peka terhadap rasa zat. Sedangkan pada tumbuhan, kita bisa melihat rangsangan yang terjadi dengan gerakan tumbuhan yang mendekat ke arah matahari. 
  • Contoh :
    • Pada tumbuhan, daun putri malu bila diberi rangsang sentuhan akan menanggapi rangsang dengan menutup daunnya.
    • Pada hewan, ayam ketika fajar menyingsing akan berkokok.
    • Manusia jika diberi bau yang merangsang akan menanggapi rangsang, misalnya bersin.
3 . Memerlukan Makan (nutrisi)
  • Setiap makhluk hidup memerlukan makanan. Hal ini bertujuan agar dapat mempertahankan hidup, menghasilkan energi, dan pertumbuhan. 
  • Setiap makhluk hidup mempunyai cara yang berbeda-beda dalam memperoleh makanan. Tumbuhan dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis (autotrof). Hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri, tetapi tergantung pada makhluk hidup lainnya (heterotrof).
4 . Bernapas (respirasi)
  • Bernapas atau respirasi merupakan proses mengambil oksigen dari lingkungan dan mengeluarkan gas karbon dioksida dari tubuh. 
  • Oksigen digunakan untuk mengubah zat makanan menjadi energi secara kimiawi. Energi yang dihasilkan digunakan untuk berbagai aktivitas tubuh. 
  • Setiap makhluk hidup memiliki proses pernapasannya masing-masing. Manusia dan mamalia menggunakan paru-paru untuk bernapas, ikan bernapas dengan insang, cacing bernapas dengan kulit, dan serangga bernapas menggunakan trakea. Tumbuhan, pada daun bernapas melalui stomata, pada batang melalui lentisel dan di akar melalui rambut akar.
5 . Tumbuh dan Berkembang
  • Tumbuh adalah bertambahnya volume atau ukuran makhluk hidup yang irreversible (tidak dapat balik). Semua makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan, mulai dari kecil hingga menjadi besar. Bayi yang kecil waktu baru lahir, akan tumbuh menjadi remaja, dan kemudian dewasa. Begitu juga dengan hewan dan tumbuhan. 
  • Berkembang adalah proses menuju kedewasaan yang dipengaruhi oleh hormon, nutrisi dan lingkungan.
6 . Berkembangbiak (reproduksi)
  • Salah satu tujuan makhluk hidup adalah untuk berkembang biak dan melestarikan jenisnya agar tidak punah. Baik manusia, hewan atau tumbuhan dapat melakukan proses berkembang biak. 
  • Manusia dan mamalia berkembang biak dengan melahirkan anak lewat jenis betinanya. Hewan lain juga ada yang berkembang biak dengan cara bertelur. Sementara tumbuhan berkembang biak dengan berbagai cara diantaranya adalah cangkok, stek dan lain-lain. 
  • Nantinya sifat anak atau keturunan akan mewarisi sifat induknya. Apapun cara dan metodenya, makhluk hidup harus terus berkembang biak agar spesiesnya tidak punah dan terus ada.
7 . Beradaptasi
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan untuk mempertahankan diri. Terdapat tiga macam adaptasi, yaitu:
  • Adaptasi morfologi, yaitu penyesuaian diri terhadap alat-alat tubuhnya. 
    • Contoh: burung elang mempunyai kuku yang tajam untuk menerkam mangsa. Bunga teratai mempunyai daun yang lebar untuk memperluas bidang penguapan.
  • Adaptasi fisiologi, yaitu penyesuian diri terhadap lingkungan dengan fungsi alat-alat tubuh. 
    • Contoh : Manusia menambah jumlah sel darah merah bila berada di pegunungan. Kotoran unta kering , tetapi urinenya kental
  • Adaptasi tingkah laku, yaitu penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan tingkah lakunya. 
    • Contoh: Bunglon mengubah warna tubuhnya, ikan paus muncul ke permukaan laut secara periodik.
8 . Mengeluarkan Zat Sisa
  • Tiap makhluk hidup pasti mengeluarkan zat-zat sisa atau dikenal sebagai ekskresi.
  • Proses ekskresi ini sangat penting dilakukan bagi makhluk hidup karena zat sisa tersebut bersifat racun sehingga jika tidak dikeluarkan akan mengganggu kinerja tubuh.
  • Organ ekskresi pada manusia terdiri dari paru-paru, kulit, ginjal dan hati. 
    • Paru-paru mengeluarkan zat sisa yang berbentuk gas karbondioksida dan uap air.
    • Kulit mengeluarkan zat sisa berbentuk keringat yang tersusun atas air, urea dan garam. 
    • Ginjal mengeluarkan zat sisa berupa urine. 
    • Hati mengeluarkan zat sisa berupa cairan empedu dan urea.
  • Proses ekskresi hewan kurang lebih hampir sama dengan yang dilakukan oleh manusia.
  • Sementara proses ekskresi pada tumbuhan dilakukan dilakukan melalui bagian stomata dan lentisel.
9 . Memiliki Bahan Genetik
  • Bahan genetik adalah komponen dalam sel makhluk hidup yang membawa sifat-sifat menurun. 
  • Bahan genetik ini memungkinkan makhluk hidup tumbuh dan berkembang mengikuti sifat induknya. Pada manusia dan hewan bahan genetik ini berupa DNA (Deoxyribonucleic Acid) dan RNA (Ribonucleic Acid).


B. Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup
  • Klasifikasi makhluk hidup adalah penggolongan/pengelompokan organisme atau makhluk hidup dalam takson melalui pencarian keseragaman dan keanekaragaman.
  • Organisme atau makhluk hidup yang di klasifikasikan dalam satu kelompok memiliki persamaan. 
  • Makhluk hidup yang memiliki golongan berbeda akan memiliki banyak perbedaan. Semakin dekat hubungan pengelompokannya, maka semakin banyak persamaan dari kedua makhluk hidup tersebut.

C. Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup
Tujuan dari klasifikasi maklhuk hidup adalah sebagai berikut :

  • memudahkan dalam mempelajari makhluk hidup yang beraneka ragam. 
  • mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki 
  • mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup lain.
  • mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.


D. Tingkatan Klasifikasi Makhluk Hidup
  • Dalam sistem klasifikasi, makhluk hidup dikelompokkan menjadi suatu kelompok besar kemudian kelompok besar ini dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil sehingga pada akhirnya terbentuk kelompok-kelompok terkecil yang beranggotakan satu jenis makhluk hidup.
  • Tingkatan-tingkatan pengelompokan itu disebut takson, ilmunya Taksonomi.
  • Semakin tinggi tingkatan taksonnya (dari bawah ke atas), maka :
    • Anggotanya semakin banyak 
    • Tingkat persamaannya semakin kecil 
    • Perbedaannya semakin banyak
    • Tingkat kekerabatannya semakin jauh
  • Sebaliknya tingkat takson semakin rendah sifat-sifatnya kebalikan dari yang disebutkan di atas.
  • Tingkatan Takson :

1. KINGDOM/REGNUM
  • Istilah kingdom bisa digunakan pada dunia hewan dan tumbuhan, sedangkan istilah regnum hanya digunakan pada tumbuhan saja
  • Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi makhluk hidup. 
  • Kebanyakan ahli Biologi sependapat bahwa makhluk hidup di dunia ini dikelompokkan menjadi 5 kingdom (diusulkan oleh Robert Whittaker tahun 1969). Kelima kingdom tersebut antara lain : Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.
2. FILUM/DIVISIO
  • Istilah filum digunakan pada dunia hewan sedangkan istilah divisio digunakan pada tumbuhan
  • Filum atau divisio terdiri atas organisme-organisme yang memiliki satu atau dua persamaan ciri. 
  • Nama filum tidak memiliki akhiran yang khas sedangkan nama divisio umumnya memiliki akhiran khas, antara lain phyta dan mycota
3. CLASSIS (KELAS)
  • Kelompok takson yang satu tingkat lebih rendah dari filum atau divisio.
4. ORDO (BANGSA)
  • Setiap kelas terdiri dari beberapa ordo. Pada dunia tumbuhan, nama ordo umumnya diberi akhiran ales
5. FAMILIA (SUKU)
  • Familia/famili merupakan tingkatan takson di bawah ordo. 
  • Nama famili tumbuhan biasanya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk hewan biasanya diberi nama idea
  • Dalam penyebutan Indonesia nama suku selalu diulang penyebutannya : kacang-kacangan, angrek-anggrekan, jahe-jahean.
6. GENUS (MARGA)
  • Genus adalah takson yang lebih rendah dariada famili. 
  • Nama genus terdiri atas satu kata, huruf pertama ditulis dengan huruf kapital, dan seluruh huruf dalam kata itu ditulis dengan huruf miring atau dibedakan dari huruf lainnya. 
7. SPECIES (JENIS) 
  • Species adalah takson yang terendah. Spesies adalah suatu kelompok organisme yang dapat melakukan perkawinan antar sesamanya untuk menghasilkan keturunan yang fertil (subur).

E. Tata Nama Ilmiah Makhluk Hidup
  • Untuk memudahkan komunikasi, makhluk hidup harus diberikan nama yang unik dan dikenal di seluruh dunia. 
  • Berdasarkan kesepakatan internasional, digunakanlah metode binomial nomenklatur yang ditemukan oleh Carolus Linnaeus
  • Metode binominal nomenklatur artinya tata nama ganda. Disebut tata nama ganda karena pemberian nama jenis makhluk hidup selalu menggunakan dua kata (nama genus dan species).
Adapun aturan sistem tata nama Carolus Linnaeus adalah sebagai berikut:
  • Terdiri dari dua kata dalam bahas latin.
  • Kata pertama menunjukkan nama genus dan kata kedua merupakan penunjuk nama spesies.
  • Cara penulisan kata pertama diawali dengan huruf besar, sedangkan kata kedua diawali dengan huruf kecil.
  • Apabila ditulis dengan cetak tegak maka harus digarisbawahi secara terpisah antarkata, sedangkan jika ditulis dengan cetak miring maka tidak digarisbawahi.
  • Contohnya nama jenis tumbuhan Oryza sativa atau dapat juga ditulis Oryza sativa (padi) dan Zea mays dapat juga ditulis Zea mays (jagung).

Contoh lain :

Contoh spesies yang memiliki kekerabatan paling dekat sebagai berikut:
1. Persamaan spesies
Contoh :
  • Padi (Oryza sativa) dengan varietas: padi rojolele, padi ciherang, padi ciliwung.
  • Mangga (Mangifera indica) dengan varietas: mangga arumanis, mangga manalagi, mangga golek.
  • Durian (Durio zibethinus) dengan varietas: durian petruk, durian bawor, durian monthong.
  • Kucing (Felis catus) dengan ras: kucing anggora, kucing persia, kucing sphinx.
  • Sapi (Bos taurus) dengan ras: sapi bali, sapi madura, sapi fries holland.
2. Persamaan genus
Contoh :
  • Genus Citrus: jeruk bali (Citrus maxima), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), dan jeruk manis (Citrus nobilis).
  • Genus Musa: pisang buah (Musa paradisiaca) dan pisang serat (Musa textilis).
  • Genus Felis: kucing leopard (Felis bengalensis), kucing rumahan (Felis silvestris), dan kucing hutan (Felis chaus).
  • Genus Bos: sapi berpunuk (Bos indicus), sapi potong dan perah di Eropa (Bos Taurus), dan sapi asli Indonesia (Bos sondaicus).

F. Contoh Klasifikasi Makhluk Hidup
Berikut adalah contoh klasifikasi makhluk hidup dari tingkatan takson tertinggi :


REFERENSI
  • Video referensi :
  • Beberapa video referensi terkait materi bisa dilihat dengan cara klik pada gambar. 



LATIHAN SOAL
 Setelah mempelajari materi ini, sekarang ayo dicoba untuk mengerjakan latihan soalnya.

Catatan :
Format Penulisan Identitas untuk mengerjakan latihan soal :
"Nama Lengkap/Kelas"
Contoh : Adellia Larasati/7A

Boleh dicoba berulang kali sampai bisa terjawab benar semua
~ Tetap Semangat Belajar IPA #dirumahaja ~

Kegiatan Presentasi IPA dalam bentuk VLOG materi Gempa Bumi


Belajar tak melulu dilakukan di dalam kelas, apalagi dengan kondisi saat ini belajar di rumah harus tetap dilakukan dengan semangat.
Pembelajaran IPA kali ini kakak-kakak kelas 7 berlatih untuk mempresentasikan hasil jawaban mereka tentang analisis gempa bumi di hadapan kamera dalam bentuk vlog/video. Selain nambah ilmu dan kreativitas, tentunya belajar seperti ini seru juga kan pastinya😁
SOAL ANALISIS GEMPA BUMI
     Sabtu pagi pukul 05.53 WIB tanggal 27 Mei 2006 di Yogyakarta terjadi gempa bumi berkekuatan 5,9 SR. Gempa tersebut telah meluluhlantakkan daerah-daerah di wilayah Provinsi DIY dan sebagian Provinsi Jawa Tengah. Gempa tersebut berpusat di koordinat 8 Garis Lintang Selatan dan 110 Garis Bujur Timur atau sekitar 25 km ke arah barat daya dari Kota Yogyakarta dengan kedalaman 17,3 km di bawah permukaan laut. Walaupun pusat gempa berada di laut, tetapi tidak mengakibatkan tsunami.
     Gempa ini menewaskan lebih dari 5.800 orang, lebih dari 37.000 orang luka-luka, lebih dari 84.000 rumah rata dengan tanah, dan lebih dari 200.000 rumah mengalami rusak ringan, sedang maupun berat. Kerusakan paling parah adalah di Kecamatan Imogiri, Jetis, Pleret dan Piyungan di Bantul dan Kecamatan Wedi, Gantiwarno, dan Bambanglipuro di Klaten. Penyebab gempa ini adalah adanya pergeseran sesar Opak yang membentang dari pesisir pantai Bantul hingga ke Prambanan sepanjang 40 km dengan arah 30NE (Northeast—Timur Laut).

Soal Analisis
1. Berdasarkan bacaan di atas, tentukan :
         a. Letak hiposentrum
         b. Magnitude gempa
2. Berdasarkan kedalamannya, termasuk jenis apakah gempa bumi tersebut ? 
        Jelaskan singkat !
3. Berdasarkan penyebabnya, termasuk jenis apakah gempa bumi tersebut ? 
        Jelaskan singkat !
4. Berdasarkan magnitudenya, termasuk kategori apakah gempa bumi tersebut ?
        Jelaskan singkat ! 
5. Mengapa gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami walaupun pusat gempa berada di laut ?
6. Apa tindakan penyelamatan yang bisa kalian lakukan jika terjadi gempa bumi saat kalian berada di dalam bangunan dan di luar bangunan?

Hasil presentasi siswa-siswi kelas 7 SMP-IT Ar Rahmah Pacitan dalam bentuk vlog dapat disaksikan di bawah ini :
KELAS 7A
KELAS 7B
KELAS 7C

KELAS 7D
     
~ Pada hakikatnya, jadikan setiap rumah sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru (Ki Hajar Dewantara) ~ 
~Tetap Semangat Belajar IPA #dirumahaja ~


Bab 10. Cahaya dan Alat Optik (Materi 3 : Alat Optik)

Kompetensi Dasar : Pengetahuan 3.12 Menganalisis sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung, serta penerapannya...