Sabtu, 22 Januari 2022

Bab 7. Bioteknologi

Kompetensi Dasar :
Pengetahuan
3.7. Menerapkan konsep bioteknologi dan perannya dalam kehidupan manusia.
Keterampilan
4.7. Membuat salah satu produk bioteknologi konvensional yang ada di lingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat :
1. Mendeskripsikan pengertian bioteknologi dengan benar.
2. Membedakan bioteknologi konvensional dan modern dengan benar.
3. Mengidentifikasi pemanfaatan bioteknologi dalam berbagai bidang dengan benar.
4. Menjelaskan dampak bioteknologi dalam berbagai bidang dengan benar.

Assalamualaikum Wr. Wb
Anak-anak, sebelum kita belajar IPA hari ini, jangan lupa untuk berdoa terlebih dahulu. Dengan doa dan upaya kalian yang sungguh-sungguh, Pak Arief yakin kalian akan mampu menguasai materi hari ini. Berikut Peta Konsep materi yang akan kita pelajari.
PETA KONSEP
APERSEPSI
Sebelum melanjutkan membaca ringkasan materi, silakan disimak dulu video berikut ini untuk memberikan gambaran mengenai materi yang akan kita pelajari.
RINGKASAN MATERI
     Pernahkah kalian makan tempe atau makanan olahan dari tempe? Tempe adalah salah satu bahan makanan yang dibuat dari fermentasi kedelai dengan bantuan jamur yang terdapat pada ragi. Tahukah kalian, ternyata tempe lebih mudah dicerna oleh tubuh dibandingkan kedelai? Jika kalian perhatikan struktur tempe, kalian akan menemukan benang-benang putih pada tempe. Benang-benang tersebut disebut dengan hifa. Hifa merupakan tubuh jamur yang membentuk jejaring. Keberadaan hifa menyatukan butiran biji kedelai yang satu dengan yang lainnya, sehingga menjadi struktur yang lebih kompak dan padat yang kita kenal sebagai tempe. Tempe dapat dikelompokkan menjadi salah satu produk bioteknologi karena dalam proses pembuatan tempe melibatkan suatu mikroorganisme. Selain tempe, apa saja makanan sehari-hari yang merupakan produk bioteknologi? Apakah produk bioteknologi hanya berupa makanan saja? Untuk mengetahui jawaban pertanyaan tersebut, ayo kita pelajari bab ini dengan penuh antusias!

A. Prinsip Dasar Bioteknologi
  • Bioteknologi adalah pemanfaatan makhluk hidup (organisme) dalam rangka mendapatkan suatu produk maupun jasa yang mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia. 
  • Bioteknologi apabila didasarkan pada kerumitan prosesnya dapat dibedakan menjadi bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.
    • Bioteknologi konvensional
      • Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang memanfaatkan secara langsung mikroorganisme seperti bakteri maupun jamur, enzim yang dihasilkan mikroorganisme, dan melibatkan proses fermentasi untuk menghasilkan produk atau jasa.
      • Contoh produk bioteknologi konvensional misalnya tempe, tapai, roti, keju, dan yoghurt. Selengkapnya bisa disimak tabel berikut.
    • Bioteknologi Modern
      • Bioteknologi modern adalah bioteknologi yang memanfaatkan prinsip biologi sel dan molekuler untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia. 
      • Penerapan bioteknologi modern berdasarkan pada rekayasa genetika dan rekayasa biokimia.
      • Teknik rekayasa genetika dikenal juga dengan istilah teknik DNA rekombinan, yaitu proses mengkombinasikan DNA suatu organisme ke dalam DNA organisme lain.
      • Contoh produk bioteknologi modern misalnya kloning DNA, transgenesis, bayi tabung, antibiotik, dan vaksin. Contoh lain bisa disimak tabel berikut.

  • Perbedaan bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern dapat dirangkum dalam tabel berikut:


B. Bioteknologi dan Pemanfaatannya
1. Bioteknologi Pangan
Bioteknologi pangan adalah bioteknologi yang digunakan untuk menghasilkan produk makanan dengan memanfaatkan mikroorganisme. Beberapa contoh produk bioteknologi di bidang pangan yaitu tape, yoghurt, keju, tempe, kecap, roti, dan minuman beralkohol. Penjelasan mengenai proses pembuatan produk makanan dengan memanfaatkan mikroorganisme sebagai berikut.
a. Produk Makanan Bahan Susu
Pada prinsipnya adalah memproses susu dengan fermentasi yang menghasilkan asam laktat. Susu dapat diolah menjadi bentuk-bentuk baru, seperti yoghurt, keju, dan mentega.
1) Yoghurt
  • Yoghurt merupakan minuman hasil fermentasi susu yang menggunakan bakteri Streptococcus thermophillus atau Lactobacillus bulgaricus.
  • Bakteri ini akan mengubah laktosa pada susu menjadi asam laktat. Efek lain dari proses fermentasi adalah pecahnya protein pada susu yang menyebabkan susu menjadi kental.
  • Untuk membuat yogurt, susu dipanaskan pada suhu tertentu selama beberapa waktu agar bebas dari bakteri yang dikenal dengan proses pasteurisasi.
  • Hasil akhirnya susu akan terasa asam dan kental. Proses penguraian ini disebut fermentasi asam laktat dan hasil akhirnya dinamakan yoghurt.
2) Keju
  • Keju merupakan bahan makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat pada susu melalui proses pengentalan atau koagulasi.
  • Proses pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus.
  • Bakteri ini akan menghasilkan enzim renin, sehingga protein pada susu akan menggumpal dan membagi susu menjadi cair dan padatan (dadih).
  • Selanjutnya, enzim renin akan mengubah gula laktosa dalam susu menjadi asam dan protein yang ada pada dadih.
  • Dadih inilah yang akan diproses lebih lanjut melalui proses pematangan dan pengemasan sehingga terbentuk olahan makanan yang dikenal dengan keju.
3) Mentega
  • Pembuatan mentega menggunakan mikroorganisme Streptococcus lactis dan Lectonostoceremoris
  • Bakteri-bakteri tersebut membentuk proses pengasaman. Selanjutnya, susu diberi cita rasa tertentu dan lemak mentega dipisahkan. Kemudian lemak mentega diaduk untuk menghasilkan mentega yang siap dimakan.
b. Produk Makanan Bahan Non Susu
Produk-produk makanan yang juga menggunakan proses bioteknologi konvensional namun tidak berasal dari susu antara lain sebagai berikut.
1) Kecap
  • Kecap merupakan salah satu produk hasil bioteknologi yang terbuat dari kacang kedelai. Pada tahap awal kedelai akan difermentasi dengan menggunakan jamur Aspergillus wentii, Aspergillus oryzae, atau Aspergillus sojae.
  • Tahap selanjutnya kedelai yang sudah difermentasikan akan dikeringkan dan direndam di dalam larutan garam.
  • Pembuatan kecap dilakukan melalui proses perendaman kedelai dengan larutan garam, sehingga pembuatan kecap dinamakan fermentasi garam.
  • Jamur Aspergillus wentii akan merombak protein menjadi asam-asam amino, komponen rasa, asam, dan aroma khas.
2) Tempe
  • Tempe adalah makanan tradisional khas Indonesia yang sering dikonsumsi menjadi salah satu makanan favorit.
  • Pada dasarnya proses produksi tempe ini menggunakan teknik fermentasi. Fermentasi dilakukan dengan menumbuhkan jamur Rhizopus oryzae dan Rhizopus oligosporus pada biji kedelai.
  • Pada proses pertumbuhan, jamur akan menghasilkan benang-benang yang disebut dengan hifa. Benang-benang itu mengakibatkan biji-bijian kedelai saling terikat dan membentuk struktur yang kompak seperti pada gambar berikut.
(a) Tempe; (b) Jamur Rhizopus oryzae
  • Pada waktu pertumbuhan jamur, jamur juga akan membuat suatu enzim protease yang dapat menguraikan protein kompleks yang ada pada kedelai menjadi asam amino yang lebih mudah dicerna oleh tubuh kita.
3) Tape
  • Tape dibuat dengan memanfaatkan mikroorganisme yang ada pada ragi.
  • Salah satu mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan tape adalah khamir Saccharomyces cerevisiae.
  • Khamir Saccharomyces cerevisiae dan tape singkong sebagai hasil fermentasi dapat dilihat pada gambar berikut. 
    (a) Tape Singkong; (b) Khamir Saccharomyces cerevisiae

  • Selain Saccharomyces cerevisiae, jamur Aspergillus sp., dan bakteri Acetobacter aceti juga berperan dalam pembuatan tape.
  • Mikroorganisme yang terdapat pada tape biasanya memiliki pekerjaan yang saling sinergis, artinya mikroorganisme tersebut akan bekerja saling bergantian untuk mengubah bahan baku dari singkong atau beras ketan menjadi tape.
  • Perubahan Kimia yang Terjadi dalam Pembuatan Tape
  • Adapun proses dalam pembuatan tape dapat digambarkan seperti bagan di bawah ini.
  • Selama pembuatan tape terjadi fermentasi amilum menjadi glukosa yang bantu oleh Aspergillus sp. Sedangkan untuk mengubah glukosa menjadi produk baru yaitu alkohol dibantu oleh kapang Saccharomyces cerevisiae, untuk merubah alkohol menjadi asam cuka, maka proses tersebut dikendalikan oleh Acetobater acetii.
  • Mekanisme antara kerja seperti ini disebut sinergisme glukosa menjadi alkohol. Proses perubahan ini terjadi karena adanya kerja enzim-enzim pada sel ragi yang dihasilkan oleh mikroorganisme.
  • Proses fermentasi tape memanfaatkan respirasi anaerob pada mikroorganisme (pernapasan yang tidak membutuhkan oksigen).
4) Minuman Beralkohol
  • Bioteknologi pangan juga banyak dimanfaatkan dalam pembuatan minuman beralkohol.
  • Pembuatan minuman beralkohol merupakan proses fermentasi dengan bantuan jamur Aspergillus oryzae.
  • Jamur Aspergillus oryzae akan menghasilkan enzim amilase yang dapat menguraikan amilum menjadi glukosa atau gula.
  • Selanjutnya, gula akan difermentasikan lanjut menjadi alkohol dan gas karbondioksida. Proses tersebut kemudian akan menghasilkan minuman beralkohol dengan cita rasa tertentu sesuai dengan bahan baku yang digunakan.
  • Lama proses fermentasi akan mempengaruhi jumlah alkohol yang dihasilkan. Semakin lama proses fermentasi, semakin tinggi kandungan alkoholnya.
  • Contoh minuman beralkohol adalah wine atau anggur. 
  • Minuman anggur dibuat dari buah anggur dengan memanfaatkan Saccharomyces cerevisiae melalui proses fermentasi, seperti halnya fermentasi pada pembuatan alkohol biasanya. .
5) Roti
  • Pembuatan roti juga memanfaatkan peristiwa fermentasi yang dibantu oleh yeast atau khamir Saccharomyces cerevisiae. Yeast merupakan sejenis jamur yang ditambah pada adonan tepung dan akan menimbulkan proses fermentasi.
  • Proses ini akan menghasilkan gas karbondioksida dan alkohol. 
  • Gas karbondioksida berperan dalam mengembangkan roti, sedangkan alkohol akan berkontribusi dalam menghasilkan aroma dan memberi rasa pada roti.
  • Adonan akan tampak lebih mengembang dan membesar pada saat adonan dimasukkan ke oven, karena gas akan mengembang pada suhu tinggi. 
  • Peristiwa ini yang membuat tekstur roti lebih menarik, lebih ringan, dan lebih mudah untuk dikonsumsi.
2. Bioteknologi Industri
Peran dari pemanfaatan bioteknologi pada bidang industri adalah berupa produk makanan dan juga minuman, protein sel tunggal dan zat organik.
a. Penghasil Protein Sel Tunggal (PST)
  • Pengertian PST adalah protein yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan letaknya berada di dalam sel mikroorganisme tersebut. 
  • Tujuan PST adalah untuk mendapatkan protein dalam rangka mengatasi kekurangan protein. Contoh mikroorganisme yang menghasilkan PST adalah Bakteri Methylophillus methylotrophus dan alga hijau (chlorella). 
b. Penghasil Zat Organik
  • Bioteknologi juga dapat berperan dalam menghasilkan zat organik. 
  • Zat organik merupakan suatu zat yang mempunyai kandungan karbon, oksigen dan hidrogen. Zat organik dihasilkan dari proses fermentasi mikroorganisme. 
  • Sebagai contoh adalah asam sitrat oleh Aspergillus nigger.
3. Bioteknologi Pertanian
Di bawah ini merupakan bioteknologi pertanian yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
a. Organisme Transgenik
  • Organisme transgenik adalah organisme yang memperoleh sisipan gen tertentu dari organisme lain sebagai pembawa sifat yang diharapkan. 
b. Kultur Jaringan
  • Menumbuhkan eksplan pada media sehingga akan tumbuh kalus dan pada akhirnya akan menjadi plantet (tanaman) kecil yang memiliki akar, batang dan juga daun.
  • Keuntungan teknik kultur jaringan dengan pemanfaatan bioteknologi adalah:
    • Memiliki sifat yang mirip dengan induknya;
    • Bisa diperbanyak dalam waktu yang singkat dan cepat;
    • Tidak memerlukan tempat/lokasi yang luas;
    • Kesehatan dan kualitas dari bibit yang terjamin;
    • Kecepatan dalam pertumbuhan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan yang alami.
c. Hidroponik
  • Pengertian hidroponik adalah teknik dalam bercocok tanam tanpa memakai tanah sebagai media tanamnya. Hidroponik juga memanfaatkan bioteknologi. 
  • Keuntungan cara bertanam dengan hidroponik adalah :
    • Tidak membutuhkan lokasi/ tempat yang luas;
    • Pupuk lebih hemat;
    • Kualitas produksi (hasil panen) yang baik;
    • Tanaman bebas dari hama dan penyakit;
    • Panen dapat berlangsung secara terus menerus;
    • Tanaman dapat tumbuh dengan lebih cepat.
d. Aeroponik
  • Pengertian aeroponik adalah teknik bercocok tanam tanpa memakai media tanam untuk tumbuhnya akar, dan akar dibiarkan secara terbuka menggantung pada suatu tempat yang kelembabannya telah dijaga. 

4. Bioteknologi Lingkungan
Penerapan bioteknologi pada bidang lingkungan misalnya:
  • Biogas dan gasohol merupakan salah satu alternatif bahan bakar masa depan untuk menggantikan minyak bumi yang dibuat dari fermentasi limbah.
    • Biogas (metana) dihasilkan dari fermentasi limbah kotoran makhluk hidup. Pada fase anaerob akan dihasilkan gas metana yang dibakar dan digunakan untuk bahan bakar. 
    • Gasohol (alkohol) merupakan fermentasi molase oleh Saccharomyces cerevisie.
  • Biohidrometalurgi/pemisahan logam dari bijihnya. Untuk mikroorganisme yang mempunyai peran adalah Thiobacillus ferrooxidans yang mempunyai sifat kemolitotrof yaitu yang bisa memakai senyawa anorganik sebagai sumber energi.
  • Pencemaran logam berat dari limbah industri dapat diatasi dengan memanfaatkan bioteknologi. Pencemaran logam berat dari limbah industri bisa dengan menggunakan bakteri Thiobacillus ferrooxidans dan Bacillus subtilis untuk mengikat zat logam berat tersebut yang telah mencemari lingkungan.
  • Bioremediasi adalah suatu cara menghilangkan polutan ataupun kontaminan yang terdapat di air, tanah dan juga udara dengan memanfaatkan mikroorganisme seperti halnya Pseudomonas, Flavo-bacterium, Azetobacter dan juga Arthobacter.
  • Pemanfaatan bioteknologi dapat digunakan untuk mengatasi pencemaran limbah organik yaitu dengan menggunakan tumbuhan air seperti halnya enceng gondok.
5. Bioteknologi Peternakan
Pemanfaatan bioteknologi :
1. Inseminasi Buatan (Kawin Suntik)
  • Kawin suntik atau dikenal dengan istilah inseminasi buatan (IB) adalah proses memasukkan cairan sperma (semen) dari sapi jantan yang unggul ke dalam saluran reproduksi sapi betina dengan bantuan manusia.
  • Inseminasi buatan ini dilakukan dengan cara memasukkan sperma (semen) yang telah dibekukan dengan menggunakan alat seperti suntikan.
  • Inseminasi buatan memiliki beberapa manfaat, antara lain efisiensi waktu, efisiensi biaya, dan juga memperbaiki kualitas anakan sapi.
  • Perbaikan kualitas misalnya sebagai penghasil daging yang berkualitas (sapi potong). Sebagai contoh, untuk menghasilkan anakan sapi dengan kualitas daging yang baik dan berjumlah banyak, diambil sel-sel sperma dari sapi Brahman dari India untuk diinseminasikan pada sapi betina lokal..
2. Kloning
  • Kloning merupakan proses menghasilkan individu-individu dari jenis yang sama yang identik dengan induknya secara penampilan dan genetik.
  • Prinsip kerja kloning adalah menyalin materi genetik (DNA) dari suatu individu dan memasukkan ke dalam suatu embrio untuk menggantikan materi genetik (DNA) embrio tersebut. Setelah embrio tumbuh akan menghasilkan individu baru seperti yang dikloning.
  • Contoh dari kloning yaitu domba dolly. Domba dolly merupakan Mammalia pertama yang berhasil di kloning. Hewan yang selanjutnya berhasil di kloning yaitu sapi, kelinci, monyet dan sebagainya.
6. Bioteknologi Kedokteran dan Kesehatan
Pada bidang kedokteran dan kesehatan, pemanfaatan bioteknologi :
a. Antibodi Monoklonal
  • Antibodi monoklonal adalah antibodi yang spesifik untuk satu jenis antigen, yang dihasilkan dari satu jenis sel limfosit B yang merupakan hasil kloning dari sel induk. 
  • Antibodi monoklonal umumnya dihasilkan dari kultur sel yang melibatkan penggabungan (fusi) sel myeloma (sel tumor) dan sel limfosit B dari tikus atau dari kelinci. 
  • Untuk menghasilkan antibodi monoklonal, tikus atau kelinci diimunisasi terlebih dahulu dengan antigen tertentu. Akibatnya, sel limfosit B kelinci akan mengenali antigen tersebut dan akan membentuk antibodi. Sel limfosit selanjutnya difusikan dengan sel tumor membentuk sel hibridoma. Penggabungan sel tumor ini dimaksudkan agar sel limfosit dapat terus membelah menghasilkan antibodi. Sel hibridoma kemudian diseleksi untuk selanjutnya dikultur sehingga dapat lebih banyak dihasilkan antibodi. 
  • Antibodi yang dihasilkan selanjutnya dimurnikan kemudian dikemas untuk digunakan terapi, misalnya untuk terapi artritis, penolakan saat transplantasi organ, kanker sel darah putih, kanker payudara, dan jenis kanker yang lainnya.
b. Insulin
  • Penyebab penyakit diabetes melitus salah satunya adalah seseorang tidak dapat menghasilkan hormon insulin, yang disebabkan rusaknya sel-sel pankreas. 
  • Orang yang menderita penyakit diabetes melitus memiliki kadar gula dalam darah yang tinggi.
  • Gejala awal penderita diabetes melitus, yaitu sering buang air kecil, mudah haus, dan mudah lapar. Jika tidak segera ditangani, akan mengakibatkan komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan kerusakan pada mata. 
  • Untuk mengatasi penyakit diabetes melitus, penderita perlu mendapatkan tambahan hormon insulin sintetis. Melalui bioteknologi, ilmuwan telah dapat memproduksi hormon insulin sintetis seperti hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas manusia. 
  • Untuk menghasilkan hormon insulin, DNA yang mengode hormon insulin dalam sel pankreas diambil. Selanjutnya DNA tersebut direkombinasikan ke dalam vektor (perantara), misalnya plasmid. Menggabung (merekombinasi) potongan DNA yang mengode gen tertentu dengan vektor. Plasmid yang telah mengandung DNA pengode hormon insulin dimasukkan ke dalam sel bakteri E. coli, sehingga bakteri E. coli mengandung DNA pengode hormon insulin. Dengan memiliki DNA tersebut, bakteri mampu menghasilkan hormon insulin.
  • Selanjutnya, hormon insulin yang dihasilkan dimurnikan dan dikemas untuk diberikan pada pasien.
c. Terapi Gen 
  • Terapi gen adalah merupakan pengobatan terhadap penyakit atau kelainan genetik dengan menyisipkan gen yang normal. 
d. Antibiotik
  • Perkembangan bioteknologi dalam bidang kesehatan dimulai dengan penemuan antibiotik penisilin oleh Alexander Fleming tahun 1928. 
  • Antibiotik merupakan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain, khususnya bakteri.
  • Antibiotik penisilin dihasilkan oleh jamur Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum.
  • Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, saat ini ilmuwan telah berhasil menemukan berbagai jenis antibiotik yang diperoleh dari berbagai jenis mikroorganisme. Perhatikan Tabel berikut!
e. Vaksin
  • Vaksin dapat berupa bakteri dan virus yang telah dilemahkan atau merupakan bagian kecil dari tubuh bakteri atau virus. 
  • Bakteri dan virus memiliki protein khusus pada permukaan tubuh luarnya. Jika ini dimasukkan ke dalam tubuh manusia, maka sel darah putih (limfosit B) akan mengenali protein tersebut dan membelah menjadi sel plasma dan sel memori. Sel plasma akan menghasilkan antibodi dan melepaskannya ke dalam cairan tubuh. Sel memori akan tetap mengikat antibodi untuk digunakan ketika ada bakteri atau virus yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh, sehingga tubuh dapat dengan segera menangkal bakteri atau virus tersebut.
  • Contoh vaksin adalah vaksin hepatitis B, vaksin Covid-19 dan malaria.

C. Dampak Bioteknologi di Berbagai Bidang
Berikut adalah dampak dari bioteknologi pada berbagai bidang, antara lain:
1. Dampak Bioteknologi Bidang Lingkungan
  • Bioteknologi memiliki dampak pada bidang lingkungan. Organisme transgenik yang dilepaskan ke alam bebas bisa jadi membuat terjadinya perubahan keseimbangan ekosistem. Hal ini disebabkan karena setiap spesies tertentu mempunyai fungsi tersendiri pada suatu ekosistem. Organisme transgenik tersebut dikhawatirkan akan membuat perubahan peranan organisme lain dalam ekosistem.
2. Dampak Bioteknologi Bidang Sosial Ekonomi
  • Selain bidang lingkungan, bioteknologi juga berdampak pada bidang sosial ekonomi. Timbulnya hak paten atas rekayasa genetik, swastanisasi pada kelompok tertentu akan memberikan suatu pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Misalnya dengan adanya penemuan tanaman transgenik yang dipatenkan, maka untuk mendapatkan tanaman tersebut harus membeli kepada pemegang lisensi tersebut, hal ini akan memberatkan bagi petani yang mempunyai modal yang terbatas.
3. Dampak Bioteknologi Bidang Kesehatan
  • Suatu organik yang disisipi oleh gen yang tahan zat antibiotik dikhawatirkan bisa menurunkan daya tahan tubuh kepada penyakit jika dikonsumsi oleh manusia, hal ini dapat menimbulkan masalah yang cukup serius. Inilah dampak bioteknologi pada bidang kesehatan.
4. Dampak Bioteknologi Bidang Etika/Moral
  • Dampak bioteknologi selanjutnya adalah pada bidang etika/ moral. Pemindahan gen suatu makhluk ke dalam sel tubuh makhluk yang lain dianggap tidak etis oleh masyarakat, karena hal ini merupakan pelanggaran terhadap hukum alam yang terbuka. 

REFERENSI
  • Video referensi :
  • Beberapa video referensi terkait materi bisa dilihat dengan cara klik pada gambar. 


LATIHAN SOAL
 Setelah mempelajari materi ini, sekarang ayo dicoba untuk mengerjakan latihan soalnya.

Catatan :
Format Penulisan Identitas untuk mengerjakan latihan soal :
"Nama Lengkap/Kelas"
Contoh : Adellia Larasati/8A

Boleh dicoba berulang kali sampai bisa terjawab benar semua
~ Tetap Semangat Belajar IPA #dirumahaja ~

Bab 8. Sistem Pernapasan Manusia (Materi 2: Mekanisme dan Gangguan Pernapasan Manusia)

Kompetensi Dasar :
Pengetahuan
3.9 Menganalisis sistem pernapasan pada manusia, dan memahami gangguan pada sistem pernapasan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan.
Keterampilan
4.9 Menyajikan karya tentang upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan.


Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat :
1. Menjelaskan mekanisme pernapasan manusia dengan benar.
2. Membedakan pernapasan dada dan perut dengan benar.
3. Mengidentifikasi jenis-jenis udara pernapasan dengan benar.
4. Menjelaskan jenis-jenis gangguan sistem pernapasan manusia dengan benar.

Assalamualaikum Wr. Wb
Anak-anak, sebelum kita belajar IPA hari ini, jangan lupa untuk berdoa terlebih dahulu. Dengan doa dan upaya kalian yang sungguh-sungguh, Pak Arief yakin kalian akan mampu menguasai materi hari ini. Berikut Peta Konsep materi yang akan kita pelajari.
PETA KONSEP
APERSEPSI
Sebelum melanjutkan membaca ringkasan materi, silakan disimak dulu video berikut ini untuk memberikan gambaran mengenai materi yang akan kita pelajari.
RINGKASAN MATERI
   
Menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya. Sederhananya, begitulah kira-kira mekanisme pernapasan. Nyatanya, bernapas yang disebut juga dengan istilah respirasi memiliki proses yang panjang. Ketika kita menarik napas, oksigen masuk ke dalam rongga hidung lalu dibawa ke paru-paru melalui saluran pernapasan. Di paru-paru, terjadi pertukaran oksigen dengan karbondioksida. Oksigen yang kita hirup kemudian dibawa oleh darah ke jantung dan seluruh tubuh, sementara karbondioksida akan dikeluarkan lewat saluran pernapasan dan berakhir di rongga hidung ketika kita menghembuskan napas. Untuk memahami hal tersebut, simak penjelasan tentang mekanisme pernapasan manusia di bawah ini.

A. Mekanisme Pernapasan Manusia
  • Pada saat kita bernapas berlangsung dua mekanisme, yaitu menghirup udara (inhalasi/inspirasi) dan mengembuskan udara (ekshalasi/ekspirasi) yang melibatkan pertukaran udara antara atmosfer dengan alveolus paru-paru. 
  • Pada saat melakukan mekanisme pernapasan terjadi kerja sama antara otot dada, tulang rusuk, otot perut, dan diafragma. Diafragma adalah otot yang terdapat di antara rongga dada dan rongga perut. 
  • Manusia memiliki dua mekanisme pernapasan. Ada pernapasan dada dan juga pernapasan perut.
1. Pernapasan Dada
  • Ketika kita bernapas menggunakan dada, otot yang berperan adalah otot-otot di sekitar tulang rusuk. 
  • Otot-otot ini dibagi menjadi dua yaitu otot tulang rusuk luar dan tulang rusuk dalam. Otot tulang rusuk luar memiliki peran untuk mengangkat tulang-tulang rusuk. Sedangkan otot tulang rusuk dalam memiliki fungsi untuk menurunkan tulang rusuk ke posisi normal.
  • Mekanisme pernapasan dada:
    • Inspirasi

      • Jika otot-otot pada tulang rusuk luar mengalami kontraksi, tulang rusuk akan terangkat sehingga volume di dada menjadi lebih besar. 
      • Hal ini akan menyebabkan tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih kecil. Karena tekanan udara yang di dalam rongga dada mengecil, akan menyebabkan aliran udara masuk dari luar tubuh ke dalam tubuh (paru-paru).
    • Ekspirasi

      • Apabila kontraksi dari otot dalam tulang rusuk, dan tulang rusuk kembali pada posisi semula (relaksasi), maka akan menyebabkan tekanan udara di dalam tubuh menjadi bertambah. 
      • Hal ini akan menimbulkan udara di dalam paru-paru tertekan pada rongga dada sehingga aliran udara akan terdorong keluar dari tubuh (paru-paru). 


2. Pernapasan Perut
  • Pernapasan dada atau disebut juga dengan pernapasan diafragma adalah pernapasan yang menggunakan diafragma dan otot dinding di rongga perut. 
  • Mekanisme pernapasan perut:
    • Inspirasi

      • Otot diafragma berkontraksi dan posisinya menjadi datar. 
      • Hal ini menyebabkan volume rongga dada menjadi bertambah besar dan tekanan udara menjadi kecil. Karena tekanan udaranya yang rendah, paru-paru akan mengembang. 
      • Saat itulah terjadi masuknya udara ke paru-paru atau proses menghirup udara.
    • Ekspirasi

      • Otot diafragma berelaksasi dan otot dinding perut berkontraksi menyebabkan diafragma terangkat dan melengkung menekan rongga dada.
      • Hal ini menyebabkan volume rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat sehingga udara dalam paru-paru keluar.

    • Sebetulnya, manusia terlahir secara alamiah bernapas menggunakan diafragma sepenuhnya. Sehingga napas yang diambil bisa lebih dalam. Namun, seiring bertambahnya usia, manusia tidak lagi melakukan kebiasaan bernapas menggunakan diafragma ini. Segala sesuatu kegiatan sehari-hari tanpa kita sadari memaksa kita untuk secara bertahap beralih ke pernapasan dada.
    • Ketika bernapas dengan diafragma atau pernapasan perut, akan mendorong pertukaran oksigen lebih maksimal dibanding pernapasan dada. Tidak heran bahwa pernapasan perut akan memperlambat detak jantung dan bisa menurunkan tekanan darah.
    B. Volume Udara Pernapasan
    • Volume udara pernapasan pada setiap orang berbeda-beda, tergantung pada ukuran paru-paru, kekuatan bernapas, dan cara bernapas. 
    • Volume udara pernapasan pada manusia adalah jumlah udara pernapasan yang keluar masuk dengan melalui sistem pernapasan. 
    • Volume udara pernapasan pada manusia dapat dibedakan menjadi beberapa macam yakni sebagai berikut:
      • Volume tidal (tidal volume), yakni volume udara pernapasan biasa, besarnya kurang lebih 500 cc atau 500 ml.
      • Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume) atau udara komplementer, yakni udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah melakukan inspirasi biasa, besarnya kurang lebih 1.500 cc atau 1.500 ml.
      • Volume cadangan ekspirasi (expiratory reserve volume) atau udara suplementer, yakni udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah melakukan ekspirasi biasa, dan besarnya kurang lebih 1.500 c atau 1.500 ml.
      • Volume sisa atau residu (residu volume) yakni volume udara yang masih tersisa di dalam paru-paru stelah melakukan ekspirasi maksimal, dan besarnya kurang lebih 1.000 cc atau 1.000 ml.
      • Kapasitas vital (vital capacity), yakni volume udara yang dapat dikeluarkan dengan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi maksimal, dan besarnya kurang lebih 3.500 cc atau 3.500 ml. Kapasitas vital = volume tidal + volume cadangan inspirasi + volume cadangan ekspirasi.
      • Kapasitas total paru-paru (total lung capacity) yakni volume udara yang dapat ditampung oleh paru-paru dengan semaksimal mungkin, dan besarnya kurang lebih 4.500 cc atau 4.500 ml. Kapasitas total paru-paru = volume sisa + kapasitas vital.

    • Volume udara pada setiap orang memang berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan oleh volume paru-paru setiap orang berbeda-beda. 
    • Volume paru-paru dipengaruhi oleh faktor genetik, aktivitas, olahraga, kondisi lingkungan, dan jenis kelamin. 
      • Orang yang sering berolahraga bisanya memiliki volume paru-paru yang lebih besar jika dibandingkan dengan orang yang jarang berolahraga. 
      • Orang yang tinggal di dataran tinggi dengan kadar oksigen yang rendah biasanya volume paru-paru lebih besar jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di daerah dataran rendah. 
      • Laki-laki biasanya mempunyai volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan volume paru-paru pada wanita.
    • Pada umumnya manusia mampu bernapas antara 15-18 kali setiap menitnya. Namun, frekuensi pernapasan pada setiap orang berbeda-beda. 
    • Faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan yakni:
      • Umur 
        • Bayi dan balita mempunyai frekuensi bernapas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang dewasa. 
      • Jenis Kelamin
        • Frekuensi pernapasan pada wanta umumnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan laki-laki, pasalnya wanita memiliki volume paru-paru yang lebih kecil dari laki-laki. 
      • Suhu Tubuh
        • Semakin tinggi suhu tubuh maka semakin tinggi pula frekuensi pernapasannya.
      • Posisi Tubuh
        • Pada posisi tubuh berdiri, frekuensi pernapasan lebih tinggi dari pada posisi duduk atau tiduran. 
      • Aktivitas Tubuh
        • Frekuensi pernapasan pada orang yang melakukan banyak aktivitas lebih tinggi dari pada orang yang tidak pernah melakukan aktivitas atau orang yang jarang melakukan aktivitas
    C. Gangguan Sistem Pernapasan Manusia
    1. Influenza
    • Influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Influenza virus.
    • Gejala umum influenza yaitu, demam dengan suhu lebih dari 39 derajat Celcius, pilek, bersin-bersin, batuk, sakit kepala, sakit otot, dan rongga hidung terasa gatal.
    2. Tonsilitis
    • Secara normal, tonsil (amandel) akan menyaring virus dan bakteri yang akan masuk ke dalam tubuh bersamaan dengan makanan atau udara. 
    • Apabila daya tahan tubuh dalam kondisi lemah, virus dan bakteri akan menginfeksi tonsil sehingga dapat menyebabkan penyakit tonsilitis.
    3. Faringitis
    • Faringitis adalah infeksi pada faring oleh kuman penyakit, seperti virus, bakteri, maupun jamur.
    • Faringitis merupakan penyebab umum sakit tenggorokan. Orang yang menderita faringitis biasanya disertai dengan radang tonsil (amandel), yang menyebabkan rasa nyeri saat menelan makanan.
    4. Emfisema
    • Emfisema merupakan penyakit yang disebabkan karena alveolus kehilangan elastisitasnya. 
    • Kantong udara pada paru-paru juga akan mengalami kehancuran secara perlahan, sehingga membuat napas menjadi pendek-pendek. 
    • Emfisema disebabkan karena kebiasaan merokok, polusi udara dan polusi asap rokok.
    5. Kanker Paru-paru
    • Seperti halnya kanker jenis lain, kanker paru-paru juga merupakan penyakit yang berbahaya. 
    • Penyakit ini disebabkan karena sel kanker yang tumbuh di paru-paru dan terus tumbuh tidak terkendali. 
    • Jika dibiarkan, sel kanker dapat menyerang bagian tubuh lainya. Kanker paru-paru juga dapat disebabkan karena kebiasaan kebiasaan buruk seperti merokok, menghirup asap kendaraan, minum minuman beralkohol dan kebiasaan tidak sehat lainnya.
    6. Tuberkulosis (TBC)
    • TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
    • Bakteri ini menyerang paru-paru dan menimbulkan bintil-bintil pada dinding alveolus.
    • Karena ada bintil-bintil tersebut, proses difusi oksigen terganggu. 
    • Penderita TBC juga sering mengalami batuk darah.
    7. Asma
    • Asma adalah penyakit yang terjadi karena penyempitan saluran pernapasan. 
    • Penyebab penyempitan saluran pernapasan biasanya disebabkan oleh alergi terhadap debu, pasir, bulu, serangga kecil ataupun rambut. 
    • Penyakit ini juga dapat muncul kembali jika suhu lingkungan terlalu dingin atau ketika penderitanya mengalami masalah psikologis. 
    • Jika tidak segera diberi penanganan, penderita dapat mengalami kematian akibat sesak napas.
    8. Laringitis
    Penderita laringitis mengalami peradangan yang terjadi di laring atau pangkal tenggorokan karena infeksi bakteri, virus atau jamur.

    9. Bronkhitis
    Bronkhitis, yaitu gangguan pada cabang trakea (bronkus) akibat infeksi. Infeksi ini akan menyebabkan penderita menghasilkan lendir yang menyumbat bronkus sehingga penderitanya dapat mengalami sesak napas. 

    10. Asfiksi
    • Asfiksi merupakan gangguan pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh. 
    • Asfiksi disebabkan karena hemoglobin darah mengikat komponen selain oksigen seperti karbonmonoksida (CO). 
    • Karena daya ikat HB lebih tinggi terhadap CO, maka CO akan lebih berpotensi untuk masuk ke dalam tubuh. CO sendiri banyak dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor.
    11. Pneumonia
    • Pneumonia merupakan infeksi pada bronkiolus dan alveolus.
    • Penyebab terjadinya pneumonia, antara lain karena infeksi dari virus, bakteri, jamur, dan parasit lainnya.
    • Namun, umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.

    REFERENSI
    • Video referensi :
    • Beberapa video referensi terkait materi bisa dilihat dengan cara klik pada gambar. 


    LATIHAN SOAL
     Setelah mempelajari materi ini, sekarang ayo dicoba untuk mengerjakan latihan soalnya.

    Catatan :
    Format Penulisan Identitas untuk mengerjakan latihan soal :
    "Nama Lengkap/Kelas"
    Contoh : Adellia Larasati/8A

    Boleh dicoba berulang kali sampai bisa terjawab benar semua
    ~ Tetap Semangat Belajar IPA #dirumahaja ~

    Bab 8. Sistem Pernapasan Manusia (Materi 1: Struktur dan Organ Pernapasan Manusia)

    Kompetensi Dasar :
    Pengetahuan
    3.9 Menganalisis sistem pernapasan pada manusia, dan memahami gangguan pada sistem pernapasan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan.
    Keterampilan
    4.9 Menyajikan karya tentang upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan.


    Tujuan Pembelajaran :
    Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat :
    1. Mendeskripsikan pengertian pernapasan dengan benar.
    2. Mengidentifikasi jenis-jenis pernapasan dengan benar.
    3. Menjelaskan struktur sistem pernapasan manusia dengan benar.
    4. Menjelaskan organ sistem pernapasan manusia beserta fungsinya dengan benar.

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Anak-anak, sebelum kita belajar IPA hari ini, jangan lupa untuk berdoa terlebih dahulu. Dengan doa dan upaya kalian yang sungguh-sungguh, Pak Arief yakin kalian akan mampu menguasai materi hari ini. Berikut Peta Konsep materi yang akan kita pelajari.
    PETA KONSEP
    APERSEPSI
    Sebelum melanjutkan membaca ringkasan materi, silakan disimak dulu video berikut ini untuk memberikan gambaran mengenai materi yang akan kita pelajari.
    RINGKASAN MATERI
         Ada banyak macam aroma yang bisa dihirup oleh manusia. Mulai dari bau yang tidak sedap sampai bau makanan yang paling wangi pun manusia bisa membedakannya. Hal itu karena adanya hidung manusia. Hidung manusia adalah salah satu organ yang berperan dalam sistem pernapasan manusia. Pernapasan adalah salah satu hal yang vital bagi manusia. Manusia bisa bernapas dengan baik karena kerja organ-organ pernapasan manusia yang sangat baik. Bagaimana sistem kerja pernapasan manusia? Bagaimana cara memelihara organ pernapasan manusia? Untuk memahami hal tersebut, simak penjelasan tentang sistem pernapasan manusia di bawah ini.

    A. Pernapasan
    • Pernapasan atau bisa disebut juga dengan respirasi yang dapat didefinisikan sebagai sebuah proses pengambilan oksigen (inhalasi=menghirup) dan pelepasan karbondioksida (ekshalasi=menghembuskan) dan penggunaan energi yang ada di dalam tubuh. 
    • Pernapasan adalah sebuah proses yang terjadi secara otomatis di dalam tubuh manusia. Bahkan ketika kita tertidur sekalipun. Ketika manusia bernapas, berarti sedang terjadi proses masuknya oksigen ke dalam tubuh dan pelepasan karbondioksida keluar tubuh. Pertukaran antara oksigen dan karbondioksida tersebut terjadi di dalam darah manusia.
    • Pernapasan dibedakan menjadi dua yaitu pernapasan luar (respirasi eksternal) dan pernapasan dalam (respirasi internal).
      • Respirasi eksternal, merupakan pertukaran gas-gas antara alveolus paru-paru dengan darah di dalam pembuluh kapiler paru-paru. Pada proses tersebut darah dalam pembuluh kapiler mengikat O2 dari alveolus dan melepaskan CO2 menuju alveolus. 
      • Respirasi internal, merupakan pertukaran gas-gas antara darah di dalam pembuluh kapiler jaringan tubuh dengan sel-sel atau jaringan tubuh. Pada proses tersebut darah melepaskan O2 dan mengikat CO2. Di dalam sel tubuh, O2 digunakan untuk reaksi metabolisme tubuh, selama proses ini dihasilkan energi berupa ATP dan sisa metabolisme berupa CO2.  
    • Manusia yang memiliki pernapasan yang normal ditandai dengan bernapas sebanyak 12-20 kali dalam satu menit. 
    • Dalam bernapas, umumnya manusia membutuhkan 300 liter oksigen dalam sehari. Jika seseorang tersebut sedang mengerjakan pekerjaan berat seperti olahraga maka kebutuhan oksigennya menjadi bertambah berkali-kali lipat. Jumlah oksigen yang diambil ini tergantung dari jenis aktivitas yang dilakukan, ukuran tubuh dan jenis makanan yang dikonsumsi.
    • Umumnya, orang-orang yang melakukan aktivitas berat akan mengambil oksigen lebih banyak dibanding orang yang melakukan aktivitas ringan. Orang yang memiliki tubuh yang lebih besar juga membutuhkan oksigen yang lebih banyak. Selain itu, orang yang sering mengkonsumsi daging-dagingan akan membutuhkan lebih banyak oksigen dibanding orang yang lebih sering mengkonsumsi sayur-sayuran atau vegetarian.
    B. Struktur dan Fungsi Sistem Pernapasan Manusia
    1. Struktur Sistem Pernapasan Manusia
    • Sistem pernapasan manusia tersusun atas hidung, faring (tekak), laring (pangkal tenggorokan), trakea (batang tenggorokan), bronkus (cabang batang tenggorokan), dan paru-paru. Gambar di bawah menunjukkan susunan organ-organ dalam sistem pernapasan. Organ penyusun sistem pernapasan tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan struktur maupun fungsinya.

    • Secara struktural, sistem pernapasan tersusun atas dua bagian utama.
      • Sistem pernapasan bagian atas, meliputi hidung dan faring.
      • Sistem pernapasan bagian bawah, meliputi laring, trakea, bronkus, dan paru-paru.
    • Secara fungsional, sistem pernapasan tersusun atas dua bagian utama.
      • Zona penghubung, tersusun atas serangkaian rongga dan saluran yang saling terhubung baik di luar maupun di dalam paru-paru. Bagian penghubung, meliputi hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkiolus. Fungsi dari bagian penghubung yaitu menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara serta menyalurkan udara menuju paru-paru.
      • Zona respirasi, tersusun atas jaringan dalam paru-paru yang berperan dalam pertukaran gas yaitu alveolus.
    2. Organ Pernapasan Manusia dan Fungsinya
    a. Hidung dan Rongga Hidung
    • Hidung adalah organ terluar yang langsung bersentuhan dengan gas atau udara untuk bernapas. 
    • Fungsi hidung adalah menghirup oksigen (O2) dan sebagai jalur keluarnya karbondioksida (CO2). 
    • Organ ini terletak di tulang tengkorak dan tersusun dari tulang rawan, tulang, otot, dan kulit. 
    • Di dalam hidung, terdapat rongga hidung yang berperan penting dalam proses pernapasan.
    • Rongga hidung berfungsi untuk melembabkan, menghangatkan, dan menyaring (filter) udara yang masuk ke tubuh. Rongga hidung dilengkapi dengan rambut-rambut hidung, selaput lendir, dan konka. 
      • Rambut-rambut hidung berfungsi untuk menyaring partikel debu atau kotoran yang masuk bersama udara.
      • Selaput lendir sebagai perangkap benda asing yang masuk terhirup saat bernapas, misalnya debu, virus, dan bakteri. 
      • Konka mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menyamakan suhu udara yang terhirup dari luar dengan suhu tubuh atau menghangatkan udara yang masuk ke paru-paru.

    b. Faring (Tekak)
    • Faring merupakan jalur terusan setelah kita menghirup udara melalui hidung. 
    • Setelah faring, organ pernapasan dilanjutkan dengan pangkal tenggorokan (laring), trakea, dan bronkus.
    c. Pangkal Tenggorokan (Laring)
    • Laring, yang dikenal sebagai “kotak suara”, adalah penghubung untuk faring dan trakea.
    • Di bagian ini, terdapat pita suara dan katup epiglotis, yang memisahkan saluran pencernaan dengan saluran pernapasan.
    d. Batang Tenggorokan (Trakea)
    • Trakea menghubungkan laring dengan bronkus dan menjadi jalan bagi udara dari leher ke bagian dada.
    • Bentuknya seperti pipa. 
    • Fungsi utamanya sebagai jalur udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru. 
    • Organ ini tersusun atas cincin tulang rawan dan terdapat di depan kerongkongan.
    e. Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus)
    • Bronkus merupakan percabangan dari trakea. 
    • Organ ini memiliki 2 percabangan menuju paru-paru kanan dan kiri. 
    • Setelah melewati bronkus, percabangan akan diteruskan oleh bronkiolus dan berakhir di alveolus atau gelembung udara. 
    • Bronkus dan bronkiolus berfungsi sebagai jalur udara dari trakea menuju paru-paru.
    f. Paru-Paru
    • Paru-paru merupakan organ vital pernapasan yang dibungkus oleh lapisan bernama pleura. Pleura berupa kantung tertutup yang berisi cairan limfa. Pleura berfungsi melindungi paru-paru dari gesekan saat mengembang dan mengempis. 
    • Paru-paru letaknya berada di rongga dada di atas diafragma dan bentuknya mirip seperti spons.
    • Paru-paru terbagi menjadi dua bagian, yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. 
    • Di dalam paru-paru terdapat bronkiolus dan alveolus.
      • Bronkiolus
        • Bronkiolus merupakan cabang-cabang kecil dari bronkus. 
        • Pada ujung-ujung bronkiolus terdapat gelembung-gelembung yang sangat kecil dan berdinding tipis yang disebut alveolus (jamak = alveoli).
      • Alveolus
        • Alveolus berperan dalam pertukaran gas oksigen dan gas karbondioksida.
        • Dinding alveolus tersusun atas satu lapis jaringan epitel pipih. Struktur yang demikian memudahkan molekulmolekul gas melaluinya. 
        • Dinding alveolus berbatasan dengan pembuluh kapiler darah, sehingga gas-gas dalam alveolus dapat dengan mudah mengalami pertukaran dengan gas-gas yang ada di dalam darah. 
        • Adanya gelembung-gelembung alveolus memungkinkan pertambahan luas permukaan untuk proses pertukaran gas. 

    REFERENSI
    • Video referensi :
    • Beberapa video referensi terkait materi bisa dilihat dengan cara klik pada gambar. 



    LATIHAN SOAL
     Setelah mempelajari materi ini, sekarang ayo dicoba untuk mengerjakan latihan soalnya.

    Catatan :
    Format Penulisan Identitas untuk mengerjakan latihan soal :
    "Nama Lengkap/Kelas"
    Contoh : Adellia Larasati/8A

    Boleh dicoba berulang kali sampai bisa terjawab benar semua
    ~ Tetap Semangat Belajar IPA #dirumahaja ~

    Bab 10. Cahaya dan Alat Optik (Materi 3 : Alat Optik)

    Kompetensi Dasar : Pengetahuan 3.12 Menganalisis sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung, serta penerapannya...