Rabu, 14 Juli 2021

Bab 1. Sistem Reproduksi Pada Manusia

Kompetensi Dasar :
Pengetahuan
3.1. Menghubungkan sistem reproduksi pada manusia dan gangguan pada sistem reproduksi dengan penerapan pola hidup yang menunjang kesehatan reproduksi.
Keterampilan
4.1. Menyajikan hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait kesehatan dan upaya pencegahan gangguan pada organ reproduksi.

Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat :
1. Mengidentifikasi perbedaan pembelahan mitosis dan meiosis dengan benar.
2. Mendeskripsikan struktur dan fungsi organ reproduksi pada laki-laki dengan benar.
3. Mendeskripsikan struktur dan fungsi organ reproduksi pada perempuan dengan benar.
4. Menjelaskan proses spermatogenesis dengan benar.
5. Menjelaskan proses oogenesis dengan benar.
6. Menjelaskan proses terjadinya fertilisasi dengan benar.
7. Menjelaskan siklus menstruasi dengan benar.
8. Mengidentifikasi gangguan pada sistem reproduksi dengan benar.
9. Melaksanakan upaya menjaga kesehatan organ reproduksi dengan benar.

Assalamualaikum Wr. Wb
Anak-anak, sebelum kita belajar IPA hari ini, jangan lupa untuk berdoa terlebih dahulu. Dengan doa dan upaya kalian yang sungguh-sungguh, Pak Arief yakin kalian akan mampu menguasai materi hari ini. Berikut Peta Konsep materi yang akan kita pelajari.
PETA KONSEP
APERSEPSI
Sebelum melanjutkan membaca ringkasan materi, silakan disimak dulu video berikut ini untuk memberikan gambaran mengenai materi yang akan kita pelajari.
RINGKASAN MATERI

A. Pembelahan Sel
Pembelahan sel sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Ada 3 alasan mengapa sel mengalami pembelahan, yaitu untuk pertumbuhan, perbaikan, dan reproduksi.
1. Untuk pertumbuhan
Makhluk hidup dapat tumbuh karena sel-selnya bertambah banyak. Semakin banyak sel dalam suatu makhluk hidup maka semakin besar ukuran makhluk hidup itu.
2. Untuk perbaikan
Perbaikan jaringan yang rusak pada tubuh tersebut adalah hasil dari proses pembelahan sel. Contoh, saat terjadi luka maka luka akan menutup dan sembuh kembali setelah beberapa waktu karena pada jaringan kulit terjadi pembelahan sel.
3. Untuk reproduksi
Reproduksi atau perkembangbiakan adalah ciri lain dari makhluk hidup. Pada proses reproduksi seksual, diperlukan sel kelamin untuk membentuk individu baru (anakan). Proses pembentukan sel kelamin ini dilakukan dengan cara pembelahan sel.

B. Jenis Pembelahan Sel
Pembelahan sel terdiri dari dua jenis yaitu pembelahan mitosis dan meiosis.
1. Pembelahan Mitosis
  • Pembelahan mitosis terjadi pada sel-sel tubuh makhluk hidup. 
  • Ciri khas pembelahan mitosis adalah sel anak yang dihasilkan mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan jumlah kromosom sel induknya. 
  • Pembelahan mitosis menghasilkan 2 sel anak dengan karakter identik dengan sel induk. Jadi, susunan genetik dan jumlah kromosomnya sama dengan induk.
  • Jumlah kromosom yang dihasilkan/dimiliki anak adalah 2n dan disebut diploid. Sel diploid adalah sel-sel yang kromosomnya berpasangan (2n).
Pembelahan mitosis berlangsung secara berkesinambungan yang terdiri dari 4 fase pembelahan yaitu profase, metafase, anafase dan telofase.
  • Profase : membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil, benang-benang kromatin memadat menjadi kromosom.
  • Metafase : kromosom berjejer pada bidang pembelahan/bidang ekuator.
  • Anafase : kromatid dari setiap pasangan memisah menuju kutub yang berlawanan, pada akhir anafase kedua kutub sel memiliki kromosom yang jumlahnya sama.
  • Telofase : membran inti kembali mulai bergabung, kromosom merenggang, selalu diikuti dengan pembelahan sitoplasma yang disebut sitokinesis. Pada saat inilah terbentuk cincin pembelahan yang berfungsi membagi sitoplasma dan terbentuk 2 sel anak.

2. Pembelahan Meiosis
  • Pembelahan meiosis terjadi pada organ kelamin yang berfungsi untuk menghasilkan sel gamet, yaitu sel telur dan sel sperma. 
  • Ciri khas pembelahan sel meiosis adalah sel anak yang dihasilkan mempunyai jumlah kromosom separuh dari jumlah kromosom sel induknya (pembelahan reduksi).
  • Pembelahan sel akan menghasilkan 4 sel anak, dimana masing-masing sel anak memiliki kromosom separuh dari jumlah kromosom sel induk. Artinya, jumlah kromosom sel anak adalah n dan disebut haploid. Sel haploid adalah sel-sel yang kromosomnya tunggal/tidak berpasangan.
  • Pembelahan meiosis berlangsung dalam 2 tingkat yaitu meiosis I dan meiosis II. Namun fase pembelahan meiosis mirip dengan pembelahan mitosis.


Perbedaan Pembelahan Mitosis dan Meiosis dapat disimak pada tabel berikut :

C. Organ Reproduksi Laki-Laki
Organ reproduksi laki-laki yang berfungsi menghasilkan sperma dibedakan menjadi organ reproduksi bagian dalam dan luar.

1. Organ Reproduksi Luar pada Laki-Laki
  • Penis : bagian luar organ reproduksi laki-laki yang berfungsi sebagai saluran kencing (urine) dan saluran sperma/alat kopulasi.
  • Skrotum : bagian seperti kantung yang di dalamnya terdapat testis, berfungsi menjaga suhu testis agar sesuai untuk produksi sperma.
2. Organ Reproduksi Dalam pada Laki-Laki
  • Testis : bagian yang bentuknya bulat telur yang tersimpan dalam skrotum, berfungsi untuk memproduksi sperma dan hormon testosteron (berfungsi merangsang perubahan fisik pada laki-laki).
  • Epididimis : saluran yang keluar dari testis yang berbentuk seperti tanda koma dengan sekitar 4 cm, berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma sementara dan pematangan sperma.
  • Vas Deferens : saluran panjang yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis, berfungsi menghubungkan epididimis dan uretra.
  • Kelenjar Vesikula Seminalis : bagian yang berbentuk seperti kantung kecil berukuran ± 5 cm yang terletak di belakang kantung kemih, berfungsi menghasilkan zat-zat yang diperlukan untuk perkembangan sperma.
  • Kelenjar Prostat : bagian yang berbentuk seperti kue donat yang terletak di bawah kantung kemih, berfungsi menghasilkan cairan bersifat asam.
  • Kelenjar Cowper : bagian yang berbentuk seperti kacang yang terletak di bawah kelenjar prostat, berfungsi menghasilkan lendir dan cairan bersifat basa.
  • Uretra : saluran yang terdapat dalam penis, merupakan akhir dari saluran reproduksi, berfungsi sebagai saluran keluarnya sperma dan urine.

D. Organ Reproduksi Perempuan
Organ reproduksi perempuan yang berfungsi menghasilkan ovum dibedakan menjadi organ reproduksi bagian dalam dan luar.

1. Organ Reproduksi Luar pada Perempuan
  • Vulva : celah terluar dari organ reproduksi perempuan. Di dalam vulva terdapat saluran urine (uretra) dan saluran reproduksi (vagina).
  • Labium : bagian yang membatasi vulva. Labium terdiri dari dua bibir, yaitu bibir luar dan bibir dalam. Bibir luar disebut labium mayora, merupakan bibir yang tebal dan besar. Sedangkan bibir dalam disebut labium minora, merupakan bibir tipis yang menjaga jalan masuk ke vagina. Pertemuan antara labium mayora di bagian atas disebut mons pubis. Di dalam labium mayora terdapat tonjolan kecil yang penuh dengan sel saraf sensorik dan pembuluh darah disebut klitoris. 
2. Organ Reproduksi Dalam pada Perempuan
  • Ovarium : struktur berbentuk seperti telur, berjumlah dua buah, terletak di samping kanan dan kiri rahim (uterus) dan berfungsi menghasilkan sel telur (ovum), hormon estrogen (merangsang perubahan fisik perempuan) dan progesteron (mengatur siklus menstruasi dan mempersiapkan kehamilan).
  • Infundibulum : sruktur berjumbai dan merupakan pangkal dari tuba fallopi yang berfungsi menangkap ovum dari ovarium untuk diteruskan ke saluran tuba fallopi.
  • Saluran telur (Tuba Fallopi atau Oviduk) : saluran dengan sekitar 10 cm yang menghubungkan ovarium dengan rahim (uterus).
  • Rahim (uterus) : struktur seperti buah pir yang berfungsi sebagai tempat berkembangnya janin selama kehamilan.
  • Endometrium : lapisan yang membatasi rongga rahim, tempat menempelnya plasenta dan meluruh saat menstruasi.
  • Serviks (leher rahim) : struktur rahim bagian bawah yang menyempit dan membuka ke arah vagina. Berfungsi untuk mengalirkan darah ke vagina saat menstruasi dan mengarahkan sperma menuju rahim.
  • Vagina : saluran yang menghubungkan lingkungan luar dengan rahim, saluran mengalirnya darah menstruasi, dan saluran keluarnya bayi.

E. Proses Pembentukan Sel Kelamin
Sel kelamin pada manusia dipergunakan untuk proses reproduksi. Proses pembentukannya berbeda pada laki-laki dan perempuan. Pada laki-laki proses ini disebut spermatogenesis, sedangkan pada perempuan disebut oogenesis. Pada proses pembentukan sperma (spermatogenesis) terjadi pada bagian sistem reproduksi pria yaitu testis. Proses pembentukan sel telur (oogenesis) terjadi di bagian sistem reproduksi perempuan yaitu ovarium.

1. Spermatogenesis
  • Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma pada laki-laki.
  • Biasanya dimulai saat anak laki-laki berumur 10-14 tahun yang ditandai dengan mimpi basah pertama kali (tanda akil baligh).
  • Sel sperma dibentuk di dalam testis tepatnya pada tubulus seminiferous yaitu saluran panjang yang berkelok-kelok tempat pembentukan sperma. Kumpulan tubulus inilah sebenarnya struktur yang membentuk testis.
  • Proses pembentukan sperma pada tubulus seminiferous terjadi secara bertahap. Diawali dari sel induk sperma (spermatogonium) yang bersifat diploid (2n). Selanjutnya, sel spermatogonium mengalami pembelahan secara mitosis maupun meiosis dan mengalami perkembangan sehingga terbentuk sel sperma (spermatozoa) yang memiliki ekor. Sel sperma yang terbentuk tersebut bersifat haploid (n).
2. Oogenesis
  • Oogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin perempuan yaitu sel telur (ovum).
  • Proses oogenesis terjadi di dalam ovarium.
  • Proses oogenesis dimulai sebelum anak perempuan lahir.
  • Pada saat baru lahir, anak perempuan sudah memiliki bakal sel ovum (sel primordial) sebanyak 200.000 hingga 2.000.000, namun hanya sekitar 40.000 yang tersisa saat anak perempuan puber dan hanya 400 yang akan matang atau berkembang sempurna.
  • Sel telur yang matang diovulasikan (dikeluarkan dari ovarium) selama siklus reproduksi perempuan.
  • Oogenesis dimulai saat seorang perempuan berada dalam kandungan. Sel primordial akan membelah secara mitosis membentuk oogonium atau sel induk telur yang bersifat diploid (2n).
  • Selanjutnya, akan terjadi pembelahan secara bertahap baik pembelahan mitosis maupun meiosis. Pada akhir peristiwa oogenesis, dari satu sel induk telur (oogonium) akan dihasilkan satu sel telur (ovum) yang bersifat haploid (n) dan tiga badan polar (polosit), sel inilah yang siap dibuahi oleh sperma.

F. Fertilisasi (Pembuahan)

  • Setelah sel telur masak dilepas ovarium (disebut proses ovulasi) menuju ke oviduk untuk dibuahi. Apabila sel telur yang dilepas ke oviduk tidak dibuahi maka sel telur akan keluar melewati vagina bersama luruhan dinding rahim. Peristiwa ini dikenal sebagai menstruasi. 
  • Apabila sel telur di dalam ovarium bertemu dengan sel sperma, maka akan jadi suatu proses pembuahan (fertilisasi) dan akan terbentuk zigot. Proses fertilisasi ini terjadi di dalam oviduk/tuba fallopi. Zigot kemudian akan mengalami pembelahan terus menerus membentuk embrio dan melekat pada dinding rahim (proses implantasi). Embrio akan tumbuh dan berkembang di rahim menjadi janin. Kemudian janin akan mendapatkan makanan dan oksigen dari ibu melewati tali plasenta.


G. Siklus Menstruasi
  • Menstruasi merupakan suatu keadaan keluarnya darah, cairan jaringan, lendir, dan sel-sel epitel yang menyusun dinding rahim.
  • Apabila seorang perempuan mengalami menstruasi, maka akan keluar darah melalui organ vitalnya.
  • Menstruasi ini biasanya terjadi satu bulan sekali.
  • Peristiwa menstruasi akan terjadi apabila sel telur yang dihasilkan oleh ovarium, tidak dibuahi oleh sel sperma.
  • Pada umumnya satu siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari. Akan tetapi, ada perempuan yang mengalami siklus menstruasi pendek dan panjang. Seorang perempuan yang mengalami siklus menstruasi pendek, siklus menstruasinya akan berlangsung sekitar 18 hari. Sedangkan seorang perempuan yang mengalami siklus menstruasi panjang, siklus menstruasinya akan berlangsung selama kurang lebih 40 hari.
Siklus yang terjadi pada Dinding Rahim

Berdasakan gambar, siklus menstruasi terdiri atas tiga fase, yaitu :
1. Fase menstruasi
Fase menstruasi umumnya berlangsung selama 5 hari dimulai dari hari pertama sampai hari ke-5. Pada fase menstruasi, hormon FSH memicu berkembangnya folikel dalam ovarium.
 Pada fase menstruasi, dinding rahim luruh dan terjadi menstruasi.

2. Fase proliferasi (pra ovulasi dan ovulasi)
  • Fase poliferasi umumnya berlangsung selama 9 hari dimulai dari hari ke-6 sampai hari ke-14. Folikel yang berkembang menghasilkan hormon estrogen dan hormon progesteron. Hormon estrogen dan hormon progresteron tersebut akan memicu dinding rahim menebal. Tujuan dari penebalan dinding rahim adalah untuk mempersiapkan tempat melekatnya embrio apabila sel telur dibuahi oleh sperma.
  • Selain itu, hormon estrogen dan hormon progesteron juga memicu peningkatan kelenjar pituaitari untuk menghasilkan hormon FSH dan LH. Meningkatnya hormon LH akan memicu terjadinya ovulasi, yaitu pengeluaran sel telur dari folikel yang telah matang.
3. Fase sekretori (Luteal)
Fase sekretori umumnya berlangsung selama 14 hari dimulai dari hari ke-15 sampai hari ke-28. Folikel yang telah meluruhkan sel telur akan berubah menjadi korpus luteum. Apabila sel telur tidak dibuahi oleh sperma maka akan dikirimkan sinyal kepada korpus luteum untuk tidak memproduksi hormon estrogen dan hormon progesteron. Karena hormon estrogen dan progesteron sudah tidak diproduksi lagi, maka jumlahnya akan semakin berkurang dan menyebabkan kerusakan jaringan penyusun dinding rahim dan pembuluh darah yang ada pada dinding rahim pecah, sehingga perempuan akan mengalami menstruasi.


H. Gangguan Sistem Reproduksi pada Manusia
Penyakit yang menyerang pada sistem reproduksi dan penularannya melalui hubungan seksual sehingga disebut Penyakit Menular Seksual (PMS) antara lain:
1. HIV/AIDS
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang kekebalan tubuh. Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah penderita AIDS, jarum suntik yang tercemar, dan ibu hamil kepada anaknya. Tubuh yang terserang virus HIV kekebalannya rusak, sehingga mudah terinfeksi oleh berbagai jenis penyakit yang dapat menimbulkan kematian. Infeksi HIV awalnya tidak menampakkan gejala sakit. Pada tahap berikutnya muncul gejala flu berulang seperti lesu, demam, berkeringat di malam hari, dan otot sakit.
a. Gejala HIV/AIDS
  • AIDS disebabkan oleh infeksi HIV. Virus ini akan merusak sistem kekebalan tubuh dengan cara menyerang sel darah putih. Seseorang yang mengidap AIDS tidak dapat melindungi dirinya dari segala macam bibit penyakit. Akibatnya, penderita bisa terserang berbagai penyakit.
  • Pada awalnya, orang yang terinfeksi HIV tampak seperti orang yang sehat dan tidak memperlihatkan gejala-gejala tertentu. Fase ini dapat terjadi selama 5-7 tahun, tergantung dari kekebalan tubuh si penderita.
  • Pada tahap selanjutnya, akan muncul gejala awal seperti hilangnya selera makan, tubuh terasa lemas, dan badan berkeringat secara berlebihan pada malam hari. Kemudian akan timbul bercak-bercak dikulit, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, mengalami diare terus menerus, serta flu yang tidak sembuh-sembuh. Fase ini berlangsung 6 bulan sampai 2 tahun.
  • Tahap terakhir atau fase AIDS akan terdiagnosa setelah kekebalan tubuh sudah sangat berkurang. Pada tahap ini biasanya penderita mudah terserang penyakit TBC, pneumonia, herpes, gangguan saraf, dan sebagainya. Kejadian ini berlangsung selama 3-6 bulan. Untuk mengetahui apakah seseorang dinyatakan positif menderita AIDS, harus dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap banyaknya jumlah sel T pada darahnya.
b. Penularan HIV/AIDS
  • Sebagian besar orang tertular HIV karena hubungan seksual. Virus HIV dapat menyerang orang pemakai narkoba dan tatto yang menggunakan jarum suntik dan semprotan yang telah terkontaminasi oleh virus HIV. Penularan HIV juga bisa melalui transfusi darah. Ibu hamil yang mengidap AIDS dapat menularkan virus HIV pada janinnya.
  • Penularan HIV sangat cepat sekali, seperti di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh pengguna narkoba semakin banyak, seks bebas, dan perpindahan penduduk yang tinggi. Untuk itulah, kita harus menanggapi dengan serius dan sebisa mungkin mencegah penyebaran virus ini.
c. Pencegahan HIV/AIDS
Obat penyakit AIDS belum ditemukan sampai saat ini. Satu-satunya jalan supaya terhindar dari penyakit ini adalah meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Selain itu, AIDS dapat juga dicegah dengan cara sebagai berikut.
  • Menghindari hubungan seks bebas dengan orang yang menderita penyakit ini.
  • Menghindari hubungan seks dengan orang yang pecandu narkoba.
  • Mengadakan pemeriksaan laboratorium terhadap orang yang akan mendonorkan darahnya.
  • Menjamin sterilitas alat suntik dan menggunakannya untuk sekali pakai.
2. Sifilis
Penyakit sifilis sering disebut raja singa. Sifilis bersifat menular dan disebabkan oleh bakteri Troponema pallidum. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah, dan kehamilan. Gejala awalnya timbul bisul pada bagian penis laki-laki atau di rahim perempuan. Bisul ini tidak menyebabkan rasa sakit dan dapat sembuh dengan sendirinya. Gejala selanjutnya muncul lesi di permukaan kulit di seluruh tubuh namun tidak menyebabkan gatal, sariawan di mulut, sakit tenggorokan, demam ringan, dan pembengkakan kelenjar limfa pada lipatan tangan, leher, dan paha. Gejala-gejala ini juga dapat hilang dengan sendirinya. Pada infeksi tingkat lanjut, muncul gejala berupa kerusakan tulang dan sendi, aorta, dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Namun gejala-gejala ini dapat dihentikan dengan pengobatan.

3. Gonore (Kencing Nanah)
Penyakit gonore disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseiria gonokokus dan dapat menular melalui hubungan seksual. Gonore menyerang selaput lendir uretra, leher rahim, dan organ lain. Pada laki-laki, gejalanya adalah terasa sakit saat buang air dan keluar nanah dari uretra. Pada penderita wanita, muncul gejala keluar lendir berwarna hijau dari alat kelamin. Namun banyak perempuan yang tidak menunjukkan adanya gejala, sehingga penyakit akan berlanjut sampai terjadi komplikasi. Infeksi yang menyebar hingga ke testis (pada laki-laki) dan oviduk (pada wanita) dapat menyebabkan kemandulan. Infeksi yang menyebar ke persendian menyebabkan radang sendi. Bayi yang lahir dari penderita gonore dapat mengalami kebutaan jika tidak segera mendapatkan pengobatan.

4. Klamidia di awali dengan keputihan dan nyeri pada saat buang air kecil dan disebabkan oleh bakteri Chlamidia trachomatis.
5. Kanker prostat yaitu kanker yang menyerang kelenjar prostst dan dapat menimbulkan kemandulan.
6. Kista yaitu jaringan yang berkembang secara abnormal di dalam rahim
7. Herpes yang ditandai dengan melepuhnya di sekitaran organ kelamin, terasa demam dan kejang. Infeksi ini disebabkan oleh virus Herpes simpleks.

I. Cara Menjaga Organ Reproduksi
Setelah memahami betapa pentingnya menjaga sistem reproduksi kita, langkah berikutnya adalah menerapkan kebiasaan baru untuk memelihara kesehatannya, antara lain:

  • Pakai handuk yang lembut, kering, bersih, dan tidak berbau atau lembab.
  • Memakai celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat
  • Pakaian dalam diganti minimal 2 kali dalam sehari
  • Bagi perempuan, sesudah buang air kecil, membersihkan alat kelamin sebaiknya dilakukan dari arah depan menuju belakang agar kuman yang terdapat pada anus tidak masuk ke dalam organ reproduksi.
  • Bagi laki-laki, dianjurkan untuk dikhitan atau disunat agar mencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual serta menurunkan risiko kanker penis.

REFERENSI
  • Video referensi :
  • Beberapa video referensi terkait materi bisa dilihat dengan cara klik pada gambar. 



LATIHAN SOAL
 Setelah mempelajari materi ini, sekarang ayo dicoba untuk mengerjakan latihan soalnya.

Catatan :
Format Penulisan Identitas untuk mengerjakan latihan soal :
"Nama Lengkap/Kelas"
Contoh : Adellia Larasati/9A

Boleh dicoba berulang kali sampai bisa terjawab benar semua
~ Tetap Semangat Belajar IPA #dirumahaja ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bab 10. Cahaya dan Alat Optik (Materi 3 : Alat Optik)

Kompetensi Dasar : Pengetahuan 3.12 Menganalisis sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung, serta penerapannya...