3.5 Menerapkan konsep rangkaian listrik, energi dan daya listrik, sumber energi listrik dalam kehidupan sehari-hari termasuk sumber energi listrik alternatif, serta berbagai upaya menghemat energi listrik.
Keterampilan
4.5 Menyajikan hasil rancangan dan pengukuran berbagai rangkaian listrik.
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat :
1. Mengidentifikasi jenis rangkaian listrik dengan benar.
2. Menganalisis rangkaian listrik seri dengan benar.
3. Menganalisis rangkaian listrik paralel dengan benar.
4. Menganalisis rangkaian listrik campuran dengan benar.
Assalamualaikum Wr. Wb
Anak-anak, sebelum kita belajar IPA hari ini, jangan lupa untuk berdoa terlebih dahulu. Dengan doa dan upaya kalian yang sungguh-sungguh, Pak Arief yakin kalian akan mampu menguasai materi hari ini. Berikut Peta Konsep materi yang akan kita pelajari.
PETA KONSEP
APERSEPSI
Sebelum melanjutkan membaca ringkasan materi, silakan disimak dulu video berikut ini untuk memberikan gambaran mengenai materi yang akan kita pelajari.
RINGKASAN MATERI
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia modern dibantu oleh alat elektronik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mulai dari kulkas, microwave, pendingin ruangan, lampu, penanak nasi, ponsel pintar, hingga perangkat komputer semua adalah alat elektronik. Namun bagaimanakah alat elektronik bisa menyala? Alat elektronik bisa menyala karena tersambung dengan sumber tegangan listrik. Alat elektronik bisa tersambung ke sumber tegangan listrik dan menyala tidak lepas dari keberadaan rangkaian listrik.
A. Rangkaian Listrik
Terdapat dua tipe rangkaian yaitu: rangkaian seri dan rangkaian paralel.
Selain itu ada juga gabungan dari dua jenis rangkaian listrik, yang disebut rangkaian campuran. Sehingga, terdapat tiga bentuk rangkaian listrik yaitu rangkaian listrik seri, paralel, dan campuran.
1. Rangkaian Seri
Cara menyusun rangkaian cenderung praktis dan sederhana.
Semua komponen listrik disusun secara sejajar (berderet atau berurutan).
Kabel penghubung pada seluruh komponen tidak memiliki percabangan sepanjang rangkaian.
Hanya ada satu jalan yang dapat dilalui oleh arus, jadi jika ada satu jalur yang terputus maka rangkaian tidak dapat berfungsi dengan benar (Jika ada yang padam satu maka padam semua).
Arus listrik yang mengalir di berbagai titik dalam rangkaian sama besarnya.
Setiap komponen yang terpasang akan mendapat arus yang sama.
Beda potensial/tegangan pada setiap komponen yang terpasang memiliki nilai yang berbeda.
Memiliki hambatan total yang lebih besar daripada hambatan penyusunnya.
Penerapan rangkaian seri dalam kehidupan sehari-hari dapat ditemukan pada lampu senter. Biasanya, lampu senter tersusun atas dua batu baterai dan sebuah lampu. Batu baterai sebagai sumber tegangan dan lampu pada senter disusun secara seri.
Gambar Rangkaian Seri :
Rumus pada Rangkaian Seri :
Contoh Soal :
1. Terdapat tiga buah hambatan listrik yang disusun secara Seri seperti pada gambar di bawah ini. Berapakah hambatan total dan arus listrik yang ada pada rangkaian tersebut ?
Penyelesaian :
Diketahui :
R1 = 2 Ω
R2 = 3 ΩR3 = 4 Ω
V = 9 volt
Ditanyakan :
a. R total
b. I
Jawab : a. Hambatan total pada rangkaian di atas (R total = Rs) :
Jadi, hambatan total pada rangkaian di atas adalah 9 Ω .
b. Arus listrik pada rangkaian di atas (Ingat Hukum Ohm) :
Jadi, arus listrik pada rangkaian di atas adalah 1 A.
2. Perhatikan gambar berikut!
Diketahui nilai R1 = 4 Ω, R2 = 5 Ω, dan R3 = 2 Ω. Jika nilai arus listriknya sebesar 2 A, maka berapa nilai beda potensial rangkaian tersebut?
Penyelesaian :
Diketahui :
R1 = 4 Ω
R2 = 5 Ω
R3 = 2 Ω
I = 2 A
Ditanyakan : V =…?
Jawab:
a. Mencari hambatan total pada rangkaian (R total = Rs) :
Rs = R1+R2+R3
= 4+5+2
= 11 Ω
b. Mencari beda potensial pada rangkaian (Ingat Hukum Ohm) :
V = I . Rs
= 2 . 11
= 22 V
Jadi, nilai dari beda potensial pada rangkaian tersebut adalah 22 V.
2. Rangkaian Paralel
Cara menyusun rangkaian cenderung lebih rumit.
Semua komponen listrik terpasang secara bersusun.
Kabel penghubung pada sebuah rangkaian memiliki percabangan.
Terdapat beberapa jalan yang dapat dilalui oleh arus.
Arus yang mengalir pada setiap cabang memiliki besar nilai yang berbeda.
Setiap komponen yang terpasang mendapat besar arus yang berbeda.
Semua komponen mendapat tegangan yang sama besar.
Hambatan totalnya lebih kecil dari hambatan pada tiap-tiap komponen penyusunnya.
Jika ada yang padam satu maka yang lain tetap menyala.
Penerapan rangkaian paralel dalam kehidupan sehari-hari dapat ditemukan pada instalasi listrik pada rumah-rumah.
Gambar Rangkaian Paralel
Rumus pada Rangkaian Paralel : Contoh Soal :
Tiga buah hambatan listrik disusun secara paralel seperti pada gambar di bawah ini.
Hambatan pertama memiliki besar hambatan 2 Ω, hambatan kedua 3 Ω, hambatan ketiga 6 Ω. Ketiga hambatan tersebut disusun paralel dan dihubungkan ke sumber tegangan listrik 3 volt. Tentukan :
a. Besar hambatan total
b. Besar arus total
c. Besar arus yang melewati hambatan pertama, hambatan kedua, dan hambatan ketiga
Penyelesaian :
Diketahui :
R1 = 2 Ω
R2 = 3 Ω
R3 = 6 Ω
V = 3 V
Ditanyakan : a. Rp
b. I
c. I masing-masing hambatan
Jawab:
a. Menentukan besar hambatan total
1Rtot=1R1+1R2+1R3
1Rtot=12+13+16
1Rtot=6+4+212
1Rtot=1212
Rtot=1Ω
b. Menentukan besar arus total
I=VRtotal=31=3 A
c. Menentukan besar arus yang mengalir pada masing-masing hambatan
I1=V1R1=VR1=32=1,5 A
I2=V2R2=VR2=33=1 A
I3=V3R3=VR3=36=0,5 A
3. Rangkaian Campuran
Rangkaian campuran merupakan gabungan dari rangkaian seri dan paralel.
Secara umum, karakteristik dan hukum yang berlaku pada rangkaian campuran juga mengikuti keduanya.
Gambar Rangkaian Campuran Contoh Soal : 1. Perhatikan gambar berikut!
Tentukan : a. Hambatan pengganti b. Kuat arus rangkaian Penyelesaian :
Diketahui:
Ditanyakan: I= ...? Jawab:
a. Hambatan pengganti pada rangkaian :
b. Kuat arus yang mengalir pada rangkaian :
Jadi, kuat arus yang mengalir pada rangkaian listrik adalah 1,2 A.
2. Perhatikan gambar rangkaian listrik campuran di bawah ini.
Berdasarkan gambar rangkaian listrik campuran di atas. Berapakah arus listrik total dalam rangkaian tersebut ?
Penyelesaian : Diketahui:
Ditanyakan: I= ...? Jawab: Pada gambar, hambatan R2 dan R3 dirangkai secara paralel, maka hambatan paralelnya :
Kemudian dihubungkan seri dengan R1, maka :
Sehingga arus yang mengalir pada rangkaian adalah : Jadi, arus yang mengalir pada rangkaian adalah 10 A.
3. Perhatikan gambar rangkaian berikut!
Tentukan : a. Besar hambatan total
b. Besar kuat arus total
Penyelesaian :
Diketahui : R1 = 2 Ω R2 = 3 Ω R3 = 6 Ω V = 3 V Ditanyakan : a. Rp b. I Jawab :
a. Hambatan total pada rangkaian :
b. Kuat arus yang mengalir pada rangkaian:
Jadi, kuat arus total yang mengalir pada rangkaian adalah 0,5 A.
REFERENSI
Video referensi :
Beberapa video referensi terkait materi bisa dilihat dengan cara klik pada gambar.
PENUGASAN MANDIRI
Tugas dikerjakan di buku tugas dilengkapi cara mengerjakan (Diketahui, Ditanyakan Jawab) kemudian difoto.
Tugas dikumpulkan melalui WA ke nomor HP Pak Arief maksimal 1 hari setelah pemberian tugas.
Jangan lupa sampaikan salam dan perkenalkan diri dulu saat mengirimkan tugas.
Soal Latihan :
1. Perhatikan gambar berikut !
Tentukan besar kuat arus total yang mengalir pada rangkaian!
2. Perhatikan gambar berikut !
Tentukan besar kuat arus total yang mengalir pada rangkaian!
3.5 Menerapkan konsep rangkaian listrik, energi dan daya listrik, sumber energi listrik dalam kehidupan sehari-hari termasuk sumber energi listrik alternatif, serta berbagai upaya menghemat energi listrik.
Keterampilan
4.5 Menyajikan hasil rancangan dan pengukuran berbagai rangkaian listrik.
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat :
1. Merumuskan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya hambatan penghantar dengan benar.
2. Mengidentifikasi jenis bahan berdasarkan daya hantar listriknya dengan benar.
3. Menjelaskan konsep Hukum 1 Kirchoff dengan benar.
4. Menerapkan perhitungan konsep Hukum 1 Kirchoff dengan benar.
Assalamualaikum Wr. Wb
Anak-anak, sebelum kita belajar IPA hari ini, jangan lupa untuk berdoa terlebih dahulu. Dengan doa dan upaya kalian yang sungguh-sungguh, Pak Arief yakin kalian akan mampu menguasai materi hari ini. Berikut Peta Konsep materi yang akan kita pelajari.
PETA KONSEP
APERSEPSI
Sebelum melanjutkan membaca ringkasan materi, silakan disimak dulu video berikut ini untuk memberikan gambaran mengenai materi yang akan kita pelajari.
RINGKASAN MATERI
A. Hambatan Penghantar
Suatu penghantar seperti kawat listrik memiliki hambatan.
Seperti halnya dalam arus lalu lintas terkadang bisa terhambat macet karena jalannya yang sempit atau jumlah kendaraan yang begitu banyak, arus listrik yang mengalir pada suatu kawat penghantar atau kabel juga mengalami suatu hambatan yang dimiliki oleh kawat yang dialiri arus. Walaupun biasanya hambatannya sangat kecil.
Nilai hambatan suatu penghantar dipengaruhi beberapa faktor, yaitu :
Jenis bahan resistor atau hambatan jenis
Panjang hambatan
Luas penampang
Hambatan penghantar dapat dituliskan dalam persamaan matematis sebagai berikut :
Keterangan:
R = hambatan listrik (Ω )
ρ = hambatan jenis penghantar atau resistivitas (Ωm)
L = panjang penghantar (m)
A = luas penampang penghantar (m²)
Contoh Soal :
1. Tentukan hambatan seutas kawat aluminium (hambatan jenis 1,4 .10⁻² Ωm) yang memiliki panjang 21 m dengan luas penampang 7. 10⁻⁴ m²!
Penyelesaian :
Diketahui :
ρ = 1,4 × 10⁻² Ωm
L = 21 m
A = 7 x 10⁻⁴ m²
Ditanyakan : R= ?
Jawab :
Jadi, hambatan seutas kawat aluminium tersebut adalah 420 Ω.
2. Berapakah hambatan seutas kawat aluminium (hambatan jenis 2,8.10⁻⁸ Ωm) yang memiliki panjang 40 m dengan luas penampang 1,4 x 10⁻⁵ m² ?
Penyelesaian :
Diketahui :
ρ = 2,8 × 10⁻⁸ Ωm
L = 40 m
A = 1,4 x 10⁻⁵ m²
Ditanyakan : R= ?
Jawab :
Jadi, hambatan pada kawat tersebut adalah 0,08 Ω.
B. Hantaran Listrik
Hambatan jenis setiap bahan berbeda-beda. Bahan yang mempunyai hambatan jenis besar memiliki hambatan yang besar pula, sehingga sukar menghantarkan arus listrik.
Tabel di bawah ini menunjukan hambatan jenis dari beberapa bahan.
Berdasarkan daya hantar listriknya (konduktivitas listrik), bahan dibedakan menjadi tiga, yaitu konduktor, isolator, dan semikonduktor.
1. Konduktor
Konduktor adalah bahan-bahan yang mudah untuk menghantarkan listrik.
Contoh bahan yang termasuk konduktor adalah semua logam (misalnya tembaga, aluminium, perak, dan emas), badan manusia, elektrolit, air raksa dan tanah.
2. Isolator
Isolator adalah bahan-bahan yang tidak dapat/sukar menghantarkan listrik.
Contoh bahan yang termasuk isolator adalah plastik, kayu, karet, ebonit, porselen dan kaca.
3. Semi Konduktor
Semikonduktor adalah bahan yang daya hantar listriknya berada di antara konduktor dan isolator.
Semi konduktor akan bersifat sebagai isolator jika berada pada suhu rendah, sementara pada suhu tinggi bersifat sebagai konduktor.
Contoh bahan yang termasuk semi konduktor adalah karbon, arsenikum, silikon dan germanium.
C. Hukum 1 Kirchoff
Hukum 1 Kirchoff menyatakan bahwa "Jumlah arus yang masuk dalam suatu percabangan sama dengan jumlah arus yang keluar percabangan atau jumlah arus pada suatu titik sama dengan nol."
Oleh karena itu hukum ini biasa disebut sebagai hukum percabangan (Kirchoff’s Current Law).
Secara matematis, Hukum 1 Kirchoff dirumuskan :
ΣImasuk = ΣIkeluar
Perhatikan gambar di bawah ini!
Dari gambar di atas terdapat sebuah titik percabangan arus listrik.
Terlihat arus yang masuk/menuju titik percabangan antara lain I1 dan I2 sedangkan arus yang keluar/menjauhi titik percabangan antara lain I3, I4, dan I5(Perhatikan arah panah pada arus!!!)
Jadi persamaan Hukum 1 Kirchoff yang bisa kita tulis :
ΣImasuk = ΣIkeluar
I1 + I2 = I3 + I4 + I5
Contoh Soal :
1. Perhatikan gambar berikut!
Pada titik P dari sebuah rangkaian listrik ada 4 cabang, 2 cabang masuk dan 2 cabang keluar. Jika diketahui besarnya I1 = 6 A, I2 = 3 A, dan I3 = 7 A, tentukan berapa nilai dari I4?
Penyelesaian :
Diketahui :
I1 = 6 A
I2 = 3 A
I3 = 7 A
Ditanyakan : I4 = …?
Jawab :
ΣImasuk = ΣIkeluar
I1 + I2 = I3 + I4
6 + 3 = 7 + I4
9 = 7 + I4
I4 = 9 - 7 = 2 A
2. Perhatikan gambar berikut!
Tentukan nilai dari I4 (arus yang mengalir pada AB) !
Penyelesaian :
Diketahui :
I1 = 6 A
I2 = 3 A
I3 = 7 A
Ditanyakan : I4 = …?
Jawab :
Dari gambar rangkaian yang diberikan di atas, belum diketahui apakah arus I4 adalah arus masuk atau keluar. Oleh karena itu, kita perlu membuat asumsi awal, misalnya kita mengasumsikan arus pada I4 adalah arus keluar.
Arus yang masuk adalah :
I2 + I3 = 1 + 2 = 3 A
Arus yang keluar adalah :
I1 + I4 = 5 + I4
3 = 5 + I4
I4 = 3 – 5
I4 = -2 A
Karena nilai yang didapatkan adalah nilai negatif, ini berbeda dengan asumsi kita sebelumnya, berarti arus I4 yang sebenarnya adalah arus masuk.
3. Perhatikan gambar berikut.
Diketahui besarnya arus listrik yang melalui I1 = 3 A, I2 = 1 A, I4 = 0,5 A, tentukan besarnya arus listrik yang melalui I3 dan I5 !
Penyelesaian :
Diketahui:
Ditanyakan: I3 dan I5 =…?
Jawab :
Oleh karena jumlah arus yang masuk sama dengan jumlah arus yang keluar, maka besarnya arus listrik yang melalui I5 = 3 A.
Jadi, besarnya kuat arus yang melalui I3 dan I5 berturut-turut adalah 1,5 A dan 3 A.
Jadi, kuat arus total yang mengalir pada rangkaian adalah 0,5 A.
REFERENSI
Video referensi :
Beberapa video referensi terkait materi bisa dilihat dengan cara klik pada gambar.
PENUGASAN MANDIRI
Tugas dikerjakan di buku tugas dilengkapi cara mengerjakan (Diketahui, Ditanyakan Jawab) kemudian difoto.
Tugas dikumpulkan melalui WA ke nomor HP Pak Arief maksimal 1 hari setelah pemberian tugas.
Jangan lupa sampaikan salam dan perkenalkan diri dulu saat mengirimkan tugas.
Soal Latihan :
1. Seutas kawat penghantar mempunyai panjang 50 cm, luas penampang 2 mm², ternyata hambatan listriknya 100 ohm. Tentukan hambatan jenis kawat tersebut!
2. Perhatikan gambar berikut !
Tentukan besarnya arus I3 !
3. Perhatikan gambar berikut !
Tentukan besarnya arus listrik yang melalui I1, I2, I5 dan I6 !
3.7 Menganalisis sistem peredaran darah pada manusia dan memahami gangguan pada sistem peredaran darah, serta upaya menjaga kesehatan sistem peredaran darah.
Keterampilan
4.7 Menyajikan hasil percobaan pengaruh aktivitas (jenis, intensitas, atau durasi) pada frekuensi denyut jantung.
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti proses pembelajaran daring, peserta didik dapat :
1. Membedakan tekanan sistol dan diastol dengan benar.
2. Mendeskripsikan mekanisme peredaran darah dengan benar.
3. Menjelaskan proses peredaran darah kecil dengan benar.
4. Menjelaskan proses peredaran darah besar dengan benar.
5. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi denyut jantung dengan benar.
6. Menjelaskan gangguan atau kelainan pada sistem peredaran darah dan upaya untuk mencegah serta menanggulanginya dengan tepat.
Assalamualaikum Wr. Wb Anak-anak, sebelum kita belajar IPA hari ini, jangan lupa untuk berdoa terlebih dahulu. Dengan doa dan upaya kalian yang sungguh-sungguh, Pak Arief yakin kalian akan mampu menguasai materi hari ini. Berikut Peta Konsep materi yang akan kita pelajari.
PETA KONSEP
APERSEPSI
Sebelum melanjutkan membaca ringkasan materi, silakan disimak dulu video berikut ini untuk memberikan gambaran mengenai materi yang akan kita pelajari.
RINGKASAN MATERI
A. Tekanan Darah
Tekanan darah merupakan tekanan yang muncul sebagai akibat dari gerakan jantung saat memompa darah.
Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah adalah tensimeter (sfigmomanometer).
Normalnya, tekanan darah pada manusia adalah 120/80mmHg.
Angka yang besar (120) merupakan tekanan sistol, sedangkan angka yang kecil (80) merupakan tekanan diastol.
Tekanan sistol merupakan tekanan darah ketika bilik jantung berkontraksi.
Tekanan diastol merupakan tekanan ketika bilik jantung berelaksasi.
Tekanan darah dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti volume darah, elastisitas pembuluh darah, ruang pembuluh darah, kekuatan detak jantung, efisiensi jantung, viskositas darah, usia, emosi, sekresi adrenal, dan massa badan.
B. Mekanisme Peredaran Darah
Mekanisme peredaran darah manusia termasuk peredaran darah tertutup karena darah selalu beredar di dalam pembuluh darah.
Setiap beredar, darah melewati jantung dua kali sehingga disebut peredaran darah ganda.
Pada peredaran darah ganda tersebut dikenal peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.
1. Peredaran Darah Kecil
Peredaran darah kecil terjadi dari jantung ke paru-paru kemudian kembali lagi ke jantung.
Ini dimulai dari ketika darah yang mengandung banyak CO2 di bilik kanan dipompa ke paru-paru melalui pembuluh arteri pulmonalis.
Di paru-paru, tepatnya pada bagian alveolus terjadi pertukaran gas CO2 dengan O2.
Darah yang mengandung O2 dialirkan kembali ke jantung pada bagian serambi kiri melalui vena pulmonalis.
2. Peredaran Darah Besar
Peredaran darah besar terjadi dari jantung ke seluruh tubuh kemudian kembali lagi ke jantung.
Di sini, darah kaya O2 dipompa oleh bilik kiri untuk diedarkan ke seluruh tubuh (kecuali paru-paru) melalui aorta.
Sementara itu darah yang mengandung CO2 dari seluruh tubuh memasuki serambi kanan melalui pembuluh darah vena cava superior (untuk tubuh bagian atas) dan vena cava inferior (untuk tubuh bagian bawah).
Sistem peredaran darah pada manusia akan ditunjukkan oleh gambar berikut.
Peredaran darah kecil : 1 - 2 - 3 - 4 - 5
Peredaran darah besar : 6 - 7 - 8 - 9 - 10
C. Frekuensi Denyut Jantung
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi frekuensi denyut jantung di antaranya :
1. Kegiatan atau Aktivitas Tubuh
Orang yang melakukan aktivitas memerlukan lebih banyak sumber energi berupa glukosa dan oksigen dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan aktivitas seperti duduk santai atau tiduran.
Untuk memenuhi kebutuhan sumber energi dan oksigen tersebut, jantung harus memompa darah lebih cepat.
2. Jenis Kelamin
Pada umumnya perempuan memiliki frekuensi denyut jantung yang lebih tinggi daripada laki-laki.
Pada kondisi normal, denyut jantung perempuan berkisar antara 72-80 denyutan/menit, sedangkan denyut jantung laki-laki berkisar antara 64-72 denyutan/menit.
3. Suhu Tubuh
Semakin tinggi suhu tubuh, maka semakin cepat frekuensi denyut jantung. hal ini terjadi karena adanya peningkatan proses metabolisme, sehingga diperlukan peningkatan pasokan O2 dan pengeluaran CO2.
4. Umur
Pada janin, denyut jantung dapat mencapai 140–160 denyutan/menit.
Semakin bertambah umur seseorang, semakin rendah frekuensi denyut jantung. Hal ini berhubungan erat dengan makin berkurangnya proporsi kebutuhan energinya.
5. Komposisi Ion
Berdenyutnya jantung secara normal, tergantung pada keseimbangan komposisi ion di dalam darah.
Ketidakseimbangan ion, dapat menyebabkan bahaya bagi jantung.
D. Gangguan atau Kelainan Pada Sistem Peredaran Darah dan Upaya untuk Mencegah Serta Menanggulanginya
1. Jantung Koroner
Penyakit jantung coroner merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kematian, baik di negara maju maupun negara berkembang.
Penyakit jantung coroner terjadi jika arteri koronaria tidak dapat menyuplai darah yang cukup ke otot-otot jantung.
Arteri koronaria merupakan pembuluh darah yang menyuplai nutrisi dan oksigen ke otot-otot jantung. Kondisi ini dapat terjadi karena arteri koronaria tersumbat oleh lemak atau kolesterol.
Jika otot-otot jantung tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen, maka otot jantung tidak dapat berkontraksi, sehingga jantung tidak dapat berdenyut.
Gejala dari penyakit jantung coroner antara lain dada terasa sakit, sakit pada bagian lengan dan punggung, napas pendek dan kepala pusing.
Usaha yang dapat kita lakukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung coroner :
Melakukan olahraga dan istirahat yang teratur.
Menjaga pola makan sehari-hari.
Menghindari minuman beralkohol.
Menghentikan kebiasaan merokok.
Menghindari stres berlebih.
Menjaga massa badan dalam kondisi ideal.
2. Stroke
Stroke merupakan suatu penyakit yang terjadi karena kematian pada jaringan di otak yang disebabkan karena kurangnya asupan oksigen di otak.
Hal ini terjadi karena pembuluh darah pada otak tersumbat oleh lemak atau kolesterol ataupun salah satu pembuluh darah di otak pecah.
Karena penyebab penyakit stroke sama dengan penyebab penyakit jantung, maka usaha yang dapat kita lakukan untuk mengurangi risiko terkena stroke juga sama dengan usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung coroner.
Jika tiba-tiba kita menjumpai seseorang yang mengalami gejala serangan stroke adalah mencari pertolongan agar penderita dapat segera dibawa ke rumah sakit atau unit kesehatan lainnya agar penderita segera mendapatkan penanganan medis.
3. Varises
Varises adalah suatu keadaan dimana pembuluh darah balik (vena) mengalami pelebaran dan terpuntir.
Gangguan ini biasanya terjadi di daerah kaki.
Upaya yang dapat dilakukan agar terhindar dari varises di antaranya :
Ketika tidur sebaiknya tungkai dinaikkan (kurang lebih 15-20 cm). Aktivitas ini sebaiknya dilakukan setelah melakukan perjalanan jauh atau melakukan aktivitas yang melelahkan.
Menghindari massa badan berlebih.
Menghindari berdiri terlalu lama.
Berolahraga secara teratur seperti berjalan, berenang dan senam.
Menghindari memakai sepatu dengan hak tinggi bagi wanita. Wanita tetap boleh memakai sepatu dengan hak tinggi, asalkan aktivitas yang dilakukan tidak terlalu berat dan dalam waktu yang lama.
4. Anemia
Anemia merupakan gangguan yang disebabkan karena kekurangan hemoglobin atau kekurangan sel darah merah.
Apabila kadar hemoglobin dalam darah rendah dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga tubuh akan terasa lesu, kepala pusing dan muka pucat.
Anemia dapat terjadi akibat terganggunya produksi eritrosit. Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan zat besi.
Anemia juga dapat disebabkan karena terjadinya pendarahan yang hebat.
Bagi perempuan, anemia dapat terjadi pada saat sedang mengalami menstruasi. Setiap terjadi menstruasi tubuh akan kehilangan darah dalam jumlah cukup banyak, yaitu sebanyak 50-80 mL dan zat besi sebesar 30-50 mg.
Oleh karena itu, agar tidak mengalami anemia, sebaiknya selama masa menstruasi harus mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, mengonsumsi makanan bergizi dan jika diperlukan mengonsumsi suplemen penambah zat besi.
5. Hipertensi dan Hipotensi
a. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Hipertensi disebut juga tekanan darah tinggi, terjadi jika tekanan darah di atas 140/90 mmHg.
Gejala penderita hipertensi antara lain sakit kepala, kelelahan, pusing, pendarahan dari hidung, mual, muntah dan sesak napas.
Hipertensi dapat disebabkan karena arteriosclerosis (Pengerasan pembuluh darah), obesitas (kegemukan), kurang olahraga, stress, mengonsumsi makanan beralkohol atau yang banyak mengandung garam, lemak dan kolesterol.
Penderita hipertensi yang disebabkan karena obesitas harus menurunkan massa badannya, sehingga mencapai massa badan ideal, hindari mengonsumsi minuman beralkohol dan makanan berlemak dan mengandung kolesterol tinggi, berolahraga secara teratur, hindari kebiasaan merokok dan hindari faktor-faktor yang dapat meyebabkan stress.
b. Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)
Hipotensi terjadi apabila tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg.
Hipotensi disebut juga dengan tekanan darah rendah.
Orang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (Berkunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, detak / denyut nadi lemah dan tampak pucat.
Ada beberapa cara untuk mengatasi Hipotensi, yaitu :
Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas perhari.
Mengonsumsi minuman yang dapat meningkatkan tekanan darah, misalnya kopi.
Mengonsumsi makanan yang cukup mengandung garam.
Berolahraga dengan teratur.
6. Leukimia
Leukimia juga dikenal dengan sebutan kanker darah.
Penyakit ini disebabkan oleh kelebihan produksi sel darah putih yang jumlahnya abnormal.
Sel darah putih tersebut akan memakan eritrosit dan menyebabkan menurunnya jumlah eritrosit.
7. Hemofilia
Hemofilia adalah kelainan pada darah yang disebabkan karena faktor genetika/keturunan.
Hemofilia menyebabkan darah sulit membeku. Wah, jadi kalau luka darahnya mengucur terus, ya? Yap, kurang lebih begitu, ya.
8. Thalassemia
Penyakit ini disebabkan oleh kelainan pada hemoglobin, sehingga menyebabkan bentuk sel darah merah tidak berbentuk cakram bikonkaf seperti sel darah merah normal.
Akibatnya, kemampuan sel darah merah mengangkut oksigen akan berkurang.
REFERENSI
Video referensi :
Beberapa video referensi terkait materi bisa dilihat dengan cara klik pada gambar.
LATIHAN SOAL
Setelah mempelajari materi ini, sekarang ayo dicoba untuk mengerjakan latihan soalnya.